Titik Suhartini
STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo Jawa Timur Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Pola Tidur Bayi Usia 0 – 12 Bulan Di Desa Pakuniran Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo Endang Hartutik; Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i2.18378

Abstract

Pijat bayi telah dilakukan di Indonesia sejak turun temurun. Pijat atau sentuhan ringan pada bayi akan memberikan rasa aman dan nyaman. Pijat bayi sangat mempengaruhi pola tidur bayi, peningkatan kualitas atau lama tidur bayi yang dilakukan pemijatan disebabkan adanya peningkatan kadar sekresi serotonim yang dihasilkan saat pemijatan. Pola tidur juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan disekitar tempat tidur bayi. Lingkungan yang ramai dan tidak kondusif sangat berpengaruh pada kualitas tidur bayi. Selain faktor lingkungan, juga faktor nutrisi sebelum tidur. Bayi yang tiba-tiba merasa haus dan lapar akan membuat bayi cepat terbangun.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap pola tidur bayi usia 0 – 12 bulan di Desa Pakuniran Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo.Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre-Eksperimental dengan rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilakukan di TPMB Ny. “E” di Dusun Kembang Desa Pakuniran Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo, dengan total sampling sabanyak 20 responden yaitu ibu-ibu yang mempunyai bayi 0 – 12 bulan.Hasil penelitian berdasarkan perbandingan data pola tidur bayi sebelum dan sesudah dilakukan pemijatan terlihat bahwa sebelum pemijatan sebagian besar bayi mengalami tidur sedang (70%) dan hanya 5% yang mengalami tidur nyenyak. Setelah dilakukan pemijatan sebagian besar bayi mengalami tidur nyenyak (90%). Hasil analisa data dengan menggunakan Spearman Rank diperoleh nila P 0,014 dengan α = 0,05 sehingga H1 diterima.Kesimpulan dari hasil analisa data tersebut diatas, menunjukkan adanya pengaruh pijat bayi terhadap pola tidur bayi usia 0 – 12 bulan di Desa Pakuniran Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian diharapkan bahwa pijat bayi sangat penting dilakukan secara rutin dengan jarak interval 1 – 2 minggu sekali, untuk mendapatkan pola tidur yang maksimal.
Hubungan Lama Menjalani Terapi Hemodialisis Dengan Tingkat Stress Pasien Gagal Ginjal Kronis Dhedhy Irawan; Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i3.20164

Abstract

Kronis Di Unit Dialisis RSUD dr. Haryoto Kabupaten Lumajang.Salah satu terapi pengganti ginjal pada pasien Gagal Ginjal Kronik adalah Terapi Hemodialisis. Terapi hemodialisis dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya adalah stres. Perlu disadari bahwa stress dapat menimbulkan berbagai dampak negatif baik secara fisik maupun psikis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Lama Menjalani Terapi Hemodialisis Dengan Tingkat Stres Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di Unit Dialisis RSUD dr. Haryoto Kabupaten Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien hemodialisis telah menjalani hemodialisis selama >24 bulan sebanyak 43 responden (52,4%) dan tingkat stres terbanyak berada pada tingkat sedang sebanyak 45 responden (54,9%). Hasil uji Spearman rank test menunjukkan (p value = 0,000 < 0,05), yang berarti ada hubungan Lama Menjalani Terapi Hemodialisis dengan Stres pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Unit Dialisis RSUD dr. Haryoto Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara lama menjalani terapi Hemodialisis dengan tingkat stres. Oleh karena itu disarankan bagi dinas kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien hemodialisa terutama faktor-faktor yang dapat menyebabkan stress. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan tingkat stress pada pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani Terapi Hemodialisa
Pengaruh Konseling MPASI Terhadap Perilaku Ibu Dalam Memberikan MPASI Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Tempursari Kecamatan Kedungjajang Siti Rohmatul Laili; Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 4 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i4.20167

Abstract

Digestive disorders, allergic diarrhea and digestive tract infections are the effects of giving complementary foods too early. MPASI should be given to babies over the age of 6 months. At the age of over 6 months, the baby's stomach is good and is able to digest food properly. One of the efforts that can be made to overcome early complementary feeding is through counseling activities. The purpose of this writing is to analyze the effect of complementary breastfeeding counseling on mothers' behavior in giving complementary foods to infants aged 0-6 months in Tempursari Village, Kedungjajang.. The research design used pre-experimental research. This research was carried out using a pre post test design. The population of this study were all mothers who had babies aged 0-6 months in the Tempursari Village, Kedungjajang. The sampling technique used was total sampling technique with a sample size of 27 people in this study. Collecting data used questionnaire and processing the data through editing, coding, scoring and tabulating used the Wilcoxon SPSS test. The results of the analysis of mother's behavior in giving solids before counseling showed that most of the mothers' behavior in giving complementary foods was inappropriate for infants aged 0-6 months as many as 19 people (70.4%). While the results of the analysis of mother's behavior in giving solids after counseling showed that most of the mother's behavior in giving appropriate solids to infants aged 0-6 months was 23 people (85.2%). The results of the Wilcoxon statistical test on mother's behavior in giving complementary foods to infants aged 0-6 months (p value = 0.000) obtained a p value <0.05, so it can be concluded that there is a significant influence on mother's behavior in providing complementary foods to infants aged 0-6 months before and after being given MPASI counseling. The results of this study indicate that good counseling can improve the accuracy of the mother's behavior in giving complementary foods to her baby so that it will have an impact on the health and growth of her baby.