Dwi Wahyu Diarto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Joged dhangdut Koplo : Sebagai Akar Penciptaan Karya Koreografi Awak Senggak Aditiar Anggit Wicaksono; Dwi Wahyu Diarto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10671

Abstract

Penelitian ini membahas proses penciptaan karya koreografi baru yang berpijak pada pengalaman empiris dhangdut koplo. Konser dhangdhut koplo menjadi sebuah wadah berekspresi yang direalisasikan secara alamiah oleh para audien dalam menikmati alunan musik untuk mencari/mendapatkan hiburan. Koregrafer mendapatkan pengalaman empiris dari seorang penggiat temon holic, menjelaskan bahwa penikmat dhangdhut koplo bukan dari kalangan terpandang malainkan dari kaum minoritas, kalangan menengah kebawah. Metode kekaryaan pada penelitian ini disarkan pada pendapat S.D Humardani yaitu konsep penggarapan tari tradisi baru berangkat dari keterbatasan akan unsur-unsur bentuk, volume, kecepatan, dan kualitas “gerak tari”. Proses penciptaan pada penelitian ini dimulai dengan tahap persiapan: orientasi, observasi, lalu tahap penggarapan: eksplorasi, dan evaluasi.
Joged dhangdut Koplo : Sebagai Akar Penciptaan Karya Koreografi Awak Senggak Aditiar Anggit Wicaksono; Dwi Wahyu Diarto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10671

Abstract

Penelitian ini membahas proses penciptaan karya koreografi baru yang berpijak pada pengalaman empiris dhangdut koplo. Konser dhangdhut koplo menjadi sebuah wadah berekspresi yang direalisasikan secara alamiah oleh para audien dalam menikmati alunan musik untuk mencari/mendapatkan hiburan. Koregrafer mendapatkan pengalaman empiris dari seorang penggiat temon holic, menjelaskan bahwa penikmat dhangdhut koplo bukan dari kalangan terpandang malainkan dari kaum minoritas, kalangan menengah kebawah. Metode kekaryaan pada penelitian ini disarkan pada pendapat S.D Humardani yaitu konsep penggarapan tari tradisi baru berangkat dari keterbatasan akan unsur-unsur bentuk, volume, kecepatan, dan kualitas “gerak tari”. Proses penciptaan pada penelitian ini dimulai dengan tahap persiapan: orientasi, observasi, lalu tahap penggarapan: eksplorasi, dan evaluasi.