Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Pengeringan Terhadap Efisiensi Mesin Oven Pengering Kerupuk Ahmad Abdurrois; Fatkur Rohman
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 10 No. 3 (2026): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/6mx06376

Abstract

Industri kerupuk di Indonesia menghadapi tantangan inkonsistensi kualitas produk akibat proses pengeringan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap efisiensi termal dan konsumsi bahan bakar LPG; (2) mengevaluasi dampak durasi waktu pengeringan terhadap laju penurunan kadar air; dan (3) menentukan kombinasi suhu dan waktu pengeringan paling optimal pada mesin oven pengering kerupuk tipe rak berbahan bakar LPG. Pendekatan eksperimental kuantitatif digunakan dengan variasi suhu 60°C, 70°C, dan 80°C serta durasi 30, 60, dan 90 menit. Tiga perlakuan memenuhi SNI 01-4307-1996 (kadar air ≤12%): 70°C/90 menit (KA=8,83%), 80°C/60 menit (KA=9,90%), dan 80°C/90 menit (KA=5,50%). Perlakuan 80°C/60 menit ditetapkan paling optimal dengan efisiensi termal 16,8% dan konsumsi LPG 114 gram.
Analisis Kelayakan Distribusi Karung Pupuk PP Woven Berdasarkan Parameter Max Force dan Break Force Nicko Ade prastyo; Fatkur Rohman
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 10 No. 3 (2026): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/05kg2966

Abstract

Karung pupuk berbahan polypropylene woven (PP woven) berperan penting dalam menjaga kualitas produk selama proses distribusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan distribusi karung pupuk PP woven berdasarkan parameter Maximum Force dan Break Force serta mengidentifikasi bagian yang berpotensi mengalami kegagalan mekanik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen melalui pengujian tarik menggunakan Universal Testing Machine (UTM) Shimadzu AGS-X terhadap 19 spesimen yang terdiri atas 12 spesimen badan karung dan 7 spesimen jahitan karung. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa badan karung memiliki nilai Maximum Force dan Break Force yang lebih tinggi dibandingkan jahitan karung. Hasil Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 pada kedua parameter, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara badan karung dan jahitan karung. Secara umum, karung PP woven layak digunakan untuk distribusi pupuk, namun kualitas jahitan perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko kegagalan mekanik selama distribusi.
ANALISA PENURUNAN SUHU OVEN PADA SUHU 70° C DENGAN VARIASI PENGAMAN GLASSWOOL DAN ROCKWOOL Moch Ridho Santosa; Fatkur Rohman
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 10 No. 3 (2026): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/87q8fv94

Abstract

Oven pengering merupakan alat yang banyak digunakan dalam proses pengeringan karena mampu menghasilkan suhu yang terkontrol. Namun, kehilangan panas melalui dinding oven dapat menurunkan efisiensi termal dan kestabilan suhu selama proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan material isolator glasswool dan rockwool dalam menghambat perpindahan panas pada oven pengering yang beroperasi pada suhu 70°C. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pemasangan glasswool dan rockwool setebal 25 mm pada dinding luar oven. Pengujian dilakukan selama 90 menit dan diulang dua kali, kemudian data dianalisis menggunakan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rata-rata maksimum oven mencapai 73,45°C. Glasswool menghasilkan selisih suhu sebesar 38,15°C dan persentase penurunan suhu sebesar 51,94%, sedangkan rockwool menghasilkan selisih suhu sebesar 36,65°C dan persentase penurunan suhu sebesar 49,90%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua material mampu mengurangi perpindahan panas, namun glasswool memiliki kinerja isolasi termal yang lebih baik dibandingkan rockwool pada oven pengering suhu 70°C.