Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI LEMBAGA PERLINDUNGAN ANAK DALAM MENYOSIALISASIKAN PROGRAM PENCEGAHAN KEKERASAN ANAK DI KOTA BIMA Misnah Misnah; Firdaus; Rahmi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 9 No. 2 (2022): November : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.01 KB) | DOI: 10.59050/jkk.v9i2.193

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Bima dari Tahun 2020 hingga 2021. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dari Lembaga Perlindungan Anak dalam mensosialisasikan program pencegahan kekerasan terhadap anak. Dalam peneliti ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti ingin mengambarkan secara mendalam fenomena yang akan diteliti nantinya. Sedangkan pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada peneliti ini juga menggunakan analisa data, Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui tahapan strategi komunikasi yang dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Anak yaitu, Who (Siapa/ sumber). Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak mengirim pesan kepada pihak lain, pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain saluran (channel) adalah media dimana pesan yang disampaikan kepada komunikan. Syas What? (Pesan) menyusun pesan yang disampaikan harus berkaitan dengan UU kekerasan, Pengkajian terhadap agama, alur penangganan kasus hingga hukuman bagi para pelaku kekerasan. In which channel? (Saluran atau media) wahana atau alat untuk menyampaikan pesan menggunakan saluran tatap muka langsung, sebagai media utamanya. Sedangkan FB dan pamflet merupakan media pendukung. To Whom? ( Untuk siapa atau penerima). Tahap identifikasi target khalayak dengan memilih tokoh masyarakat, tokoh agama, hal ini ditujukan agar nantinya khalayak tersebut dapat meneruskan kembali pesan-pesan yang telah disampaikan. Whit What Effect? (dampak/efek). Dampak atau efek yang terjadi pada yang terjadi pada komunikan untuk melihat sejauh mana keberhasilan yang diperoleh. Selain itu peneliti ini berusaha menemukan faktor penghambat dan pendorong dalam melaksanakan program pencengahan kekerasan terhadap anak.
Kesiapan Digital Command Center dalam Produksi Kebijakan Adaptif: Diagnostik Smart Governance Pemerintah Kota Bima Kamaluddin; Rahmi; Ahmad Usman; Salahuddin; Haeril
Journal of Citizenship Volume 5, Issue 2, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i2.762

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya evaluasi komprehensif mengenai tingkat kesiapan digital Command Center (C2) Pemerintah Kota Bima sebagai instrumen utama dalam mendukung implementasi smart governance, di tengah berbagai tantangan berupa keterbatasan integrasi sistem informasi, kapasitas sumber daya manusia, interoperabilitas data antarorganisasi perangkat daerah, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pengambilan keputusan berbasis bukti. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesiapan digital Command Center Kota Bima dalam mendukung produksi kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika kebutuhan publik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik berdasarkan kerangka United Nations E-Government Development Index (EGDI) yang mencakup dimensi layanan daring, infrastruktur telekomunikasi, dan modal manusia bidang teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Command Center Kota Bima telah memiliki fondasi digital yang relatif memadai melalui ketersediaan infrastruktur jaringan, sistem informasi pemerintahan, pusat pemantauan digital, serta dukungan regulasi yang memungkinkan penguatan tata kelola berbasis data. Namun demikian, tingkat kematangan digital masih berada pada fase transisional karena integrasi lintas sistem, pemanfaatan teknologi analitik cerdas, dan kapasitas SDM belum berkembang secara optimal. Meski demikian, keberadaan Command Center terbukti mampu meningkatkan koordinasi lintas sektor, mempercepat respons pemerintah terhadap permasalahan publik, memperkuat mitigasi risiko, serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adaptif melalui pemanfaatan data dan informasi digital secara real-time. Kata Kunci: Command Center; Kesiapan Digital; Smart Governance; Tata Kelola Berbasis Data; Kebijakan Adaptif.