Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN METODE JAPAN ROAD ASSOCIATION (JRA) GERINGGING BARU-JAKE Angga Novriwan
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2347

Abstract

Dalam tinjauan perencanaan tebal perkerasan pada ruas jalan Geringging Baru - Jake Kabupaten Kuantan Singingi ini digunakan beberapa data. Adapun data yang digunakan yaitu berupa data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kuantan Singingi, dianatara data himpunan perhitungan lalu - lintas berbentuk formulir selama 24 jam, data CBR lapangan, data curah hujan. Dalam analisa tebal perkerasan ini digunakan Metode Bina Marga dan Metode JRA (Japan Road Ass) untuk menghitung tebal perkerasan yang efisien dan ekonomis. Berdasarkan analisa data lalu - lintas harian rata - rata tahun 2021 pada ruas jalan Geringging Baru - Jake adalah (i) = 5% pertahun. Sedangkan untuk tebal perkerasan dengan Metode Bina Marga diperoleh tebal lapisan permukaan = 5 cm, pondasi atas = 10 cm, dan pondasi bawah = 11 cm, sedangkan hasil analisa dari penulis untuk Metode JRA (Japan Road Ass) diperoleh tebal Lapisan Permukaan = 5 cm, pondassi atas = 20 cm, dan pondasi bawah = 41 cm,dari hasil analisis tersebut Metode Bina Marga lebih ekonomis dan efisien dari pada Metode JRA (Japan Road Ass). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa susunan lapisan perkerasan jalan raya yang sudah ada tersebut belum memenuhi syarat karena hasil analisa yang didapat berbeda dari hasil perencana. Perbedaan hasilnya dipengaruhi oleh ketelitian dari data CBR, data LHR dan data curah hujan. Oleh karena adanya kendaraan yang memiliki beban berlebih yang melewati ruas jalan tersebut, maka disarankan untuk membatasi kendaraan yang memiliki beban berlabih agar tidak melewati ruas jalan tersebut, sehingga tebal perkerasan jalan tersebut mampu melayani lalu lintas sesuai umur rencana.