Tiyas Murtiningsih
STIPER Belitang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Penentu dan Keberlanjutan Indeks Pertanaman Padi Pada IP 200 Dan IP 300 Di Daerah Irigasi Belitang Kabupaten Oku Timur Tiyas Murtiningsih
Jurnal Bakti Agribisnis Vol. 7 No. 02 (2021): Jurnal Bakti Agribisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Belitang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.277 KB) | DOI: 10.53488/jba.v7i02.127

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui keberadaan usahatani dengan IP 200 dan IP 300 dari segi pengelolaan luas garapan, penggunaan saprodi dan tenaga kerja, 2) mengidentifikasi faktor-faktor penentu indeks pertanaman pada usahatani sawah irigasi Belitang Kabupaten OKU Timur, 3) mengetahui keberlanjutan pendapatan petani pada indeks pertanama IP 200 dan IP 300. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan IP 200 dan IP 300 dari segi pengelolaan luas garapan, penggunaan saprodi dan tenaga kerja berbeda. Semakin luas lahan garapan maka pengunaan saprodi dan tenaga kerja juga semakin banyak. Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi petani dalam menentukan keputusan dalam menggunakan IP300 dan IP200 adalah luas lahan, pendapatan, dan modal. Sedangkan faktor yang tidak signifikan mempengaruhi petani dalam menentukan keputusan dalam menggunakan IP300 dan IP200 adalah umur petani, pendidikan petani, jumlah anggota keluarga. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistika pendapatanpetani contoh yang menggunakan IP300 dan petani contoh yang menggunakan IP200. Adapun pendapatan petani contoh yang menggunakan IP 300 lebih tinggi di bandingkan dengan petani contoh yang menggunakan IP 200 sehingga keberlanjutan IP 300 akan lebih kontinue dilakukan supaya petani yang masih menerapkan IP 200 beralih ke IP 300.
Pengolahan dan Pemanfaatan Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Menjadi Selai Di Kabupaten Muara Enim Ary Eko Prastya Putra; Tiyas Murtiningsih
Jurnal Bakti Agribisnis Vol. 8 No. 02 (2022): Jurnal Bakti Agribisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Belitang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.403 KB) | DOI: 10.53488/jba.v8i02.147

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui pendapatan dari hasil pengolahan buah nanas menjadi selai di Kabupaten Muara Enim, 2) mengetahui berapa besar nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan buah nanas menjadi selai di Kabupaten Muara Enim, 3) mengetahui kelayakan pengolahan buah nanas menjadi selai di Kabupaten Muara Enim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengolahan buah nanas menjadi selai perproses produksi adalah 30 buah/proses produksi, maka diperoleh rata-rata penerimaan sebesar Rp785.000/proses produksi, dengan harga jual rata rata Rp.22,167 /bungkus. Dengan rata rata produksi 15 kg/proses. Jadi rata-rata pendapatan pengolahan buah nanas menjadi selai sebesar Rp 205,303/produksi atau 3,284,848 /bulan 16 kali proses. Nilai tambah dihasilkan dari total penerimaan dikurang biaya antara, rata-rata nilai tambah pengolahan buah nanas menjadi selai di Kabupaten Muara Enim adalah sebesar Rp 366,303/proses produksi. Usaha pengolahan buah nanas menjadi selai di Kabupaten Muara Enim layak untuk dikembangkan secara finansial. Dengan memenuhi kriteria nilai NPV positif 15,794,659 dan nilai IRR sebesar 9,16 % dan nilai Net B/C diperoleh 1,05