Dwi Noviani
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah Indralaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Sekolah Dan Masyarakat Dalam Menjamin Mutu Pendidikan Yuniza Mulditasari; Lusiana; Dwi Noviani
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v1i2.183

Abstract

Eksistensi lingkungan masyarakat dalam lembaga pendidikan memiliki arti yang sangat penting. Keduanya menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam rangka mewujudkan tujuan dan menjamin mutu pendidikan. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat yang bertujuan untuk berusaha mananamkan pengertian kepada warga masyarakat tentang kebutuhan dari pendidikan serta mendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah. Pendidikan diharapkan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan dan pengembangan sumber daya manusia dalam aspek kognitif afektif ataupun keterampilan peserta didik baik dalam aspek fisik maupun aspek spiritual hal ini jelas menentukan kualitas penyelenggaraan pendidikan kea rah yang lebih baik agar kualitas hasil pendidikan dapat benar-benar berperan optimal dalam kehidupan masyarakat.
Analisis Evaluasi Program Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Dia Rahma; Opi Shinta Cornelia; Dwi Noviani
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v1i2.184

Abstract

Implementasi kurikulum 2013 sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya, masih banyak kendala yang kita ketahui sangat mempengaruhi hasil belajar, baik dari segi media yang digunakan, penilaian pada kurikulum 2013 lebih rumit dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya kemudian metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran yang ingin diajarkan belum efektif atau bahkan tidak sesuai dengan materi yang ingin disampaikan. Berdasarkan pada kajian literatur yang telah dilakukan, kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dikenal dengan kebijakan Merdeka Belajar. Kebijakan ini meliputi 4 hal: ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dikembangkan oleh sekolah masing - masing; ujian nasional (UN) berubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter; kebebasan pendidik untuk mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP); dan fleksibilitas dalam peraturan penerimaan siswa baru (PPSB). Kebijakan Merdeka Belajar memiliki karakteristik yang menekankan pada kreativitas, orientasi pembelajaran pada pemecahan masalah, pembelajaran berbasis tuntutan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta sistem penilaian yang komprehensif. Hal ini berdampak pada kebutuhan pengembangan evaluasi pembelajaran.