Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Desain Kerangka Pembelajaran Islam Berbasis Moderasi Beragama Untuk Generasi Muda Muslim Indonesia Nefi Aprianti
Al-Bahtsu : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2023): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v8i1.11362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain kerangka pembelajaran Pendidikan Islam dalam mengimpelementasikan moderasi beragama pada siswa melalui kegiatan belajar mengajar di kelas. Tujuannya adalah untuk memantau kegiatan  pembelajaran pendidikan agama islam mulai dari tahapan prasesi sampai pada tahapan evaluasi dalam pembelajaran pendidika agama islam, dilihat dari proses perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian dalam pembelajaran sampai pada proses evaluasi dan tindak lanjut dalam proses pembejaran dalam mengimpelementasikan moderasi beragama sebagai panduan. Dalam penelitian ini digunakan teknik penelitian yang berorientasi pada pada Social Kognitiv Theory (SCT) oleh Albert Bandura yang berpandangan bahwa seseorang belajar dari pengalaman langsung melainkan dan peristiwa yang ia saksikan untuk kemudian ia pahami untuk dilaksanakan atau ditiru. melalui pengamatan secara selektif dan mengingat yang disampaikan oleh orang lain baik berupa  tingkah laku maupun perkataan yang berpengaruh pada kemampuan dan pemahamannya dimasa yang akan dating. Dalam penelitian Social Kognitiv Theory (SCT) akurasi dan fase metodologi sangat penting. Dengan menggunakan pendekatan Social Kognitiv Theory (SCT) peneliti ingin lebih fleksibel dalam pengetahuan, observasi, dan penelitian tentang Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Keagamaan pada Guru PAI dan Madrasah atau Sekolah. 73 guru PAI dan madrasah maupun sekolah dari berbagai sekolah di Indonesia berpartisipasi dalam penelitian ini. Menelaah tiga tahapan pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, diketahui bahwa model pembelajaran pendidikan Islam berbasis moderasi Islam yang diterapkan oleh guru di beberapa sekolah dan madrasah di Indonesia cukup baik dan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai moderasi beragama.
Optimalisasi Peran Pendidik Melalui Edukasi Pengolahan Tanaman Remunggai Menjadi Makanan Sehat Sebagai Upaya Penanggulangan Stunting Di Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara Tressia Febrianti; Nefi Aprianti
ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): ABDIMAS JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Research and Community Service INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/abdimas.v5i2.4320

Abstract

Program Kukerta-PPM Universitas Prof. Dr. Hazairin SH, Bengkulu (UNIHAZ) merupakan wahana penyelesaian suatu permasalahan yaitu kerjasama antara mahasiswa dan masyarakat serta pemerintah setempat. Salah satu upaya Universitas Prof.Dr.Hazairin,SH memberikan solusi kepada masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara, maka diadakanlah Kukerta-PPM Tahun 2024. Kegiatan Kukerta-PPM Tahun 2024 ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan prioritas yang terjadi di di Desa Karang Pulau, Air Muring dan Air Petai Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara dengan mengoptimalkan peran pendidik dengan mengedukasi pencegahan stunting melalui pemanfaatan tanaman remunggai menjadi olahan makanan sehat dan memberikan pemahaman pendidikan tentang manfaat dan khasiat yang dimiliki oleh tanaman remunggai yang kaya akan nutrisi dan sangat baik untuk kesehatan, sehingga dapat mencegah stunting di Kabupaten Bengkulu Utara. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan pengidentifikasian masalah, pelatihan yang terdiri dari metode ceramah dan diskusi serta pendampingan kepada para pendidik di satuan pendidikan (sekolah) pada desa setempat bekerjsa sama dengan puskesmas setempat serta monotoring evaluasi.
Desain Kerangka Pembelajaran Islam Berbasis Moderasi Beragama Untuk Generasi Muda Muslim Indonesia Nefi Aprianti
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2023): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v8i1.5186

Abstract

This study aims to examine the design of the Islamic Education learning framework in implementing religious moderation in students through teaching and learning activities in class. The aim is to monitor Islamic religious education learning activities starting from the pre-session stage to the evaluation stage in Islamic religious education learning, seen from the learning planning process, learning implementation, assessment in learning to the evaluation process and follow-up in the learning process in implementing religious moderation as a guide. In this study, a research technique oriented to Social Cognitive Theory (SCT) was used by Albert Bandura which holds that a person learns from direct experience but from events that he witnesses and then he understands to be implemented or imitated. through selective observation and remembering what is conveyed by others in the form of behavior or words that affect their abilities and understanding in the future. In Social Cognitive Theory (SCT) research accuracy and methodological phases are very important. By using the Social Cognitive Theory (SCT) approach, researchers want to be more flexible in knowledge, observation, and research on Planning, Implementation, and Evaluation of Islamic Religious Education Learning Based on Religious Moderation in Islamic Religious Education Teachers and Madrasas or Schools. 73 Islamic Islamic Education teachers and madrasas as well as schools from various schools in Indonesia participated in this study. Examining the three stages of learning, namely planning, implementation, and evaluation, it is known that the Islamic moderation-based learning model applied by teachers in several schools and madrasas in Indonesia is quite good and effective in increasing students’ understanding of the values of religious moderation.