Syamsuddin Syamsuddin
Kelapa SMP Negeri 8 Satu Atap Sape Kabupaten Bima

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN DALAM MENYUSUN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN GURU SMP NEGERI 8 SATU ATAP SAPE KABUPATEN BIMA Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 6 No 2 (2023): Jurnal PenKomi: Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.62.1262

Abstract

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah standar yang digunakan untuk menentukan tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Tidak jarang dijumpai guru menghadapi kesulitan dalam menyusun KKM yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Pendampingan terhadap guru SMP dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun KKM melalui pendampingan terhadap guru SMP Negeri 8 Satu Atas Sape Kabupaten Bima. Pendampingan dilakukan dengan memberikan bimbingan dan dukungan kepada guru SMP dalam mengembangkan kemampuan mereka dalam menyusun KKM yang relevan dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindak sekolah yang dilakukan oleh penelitian dan dibantu oleh observer. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus dengan tahap-tahap: perencanaan, pelaksanaan, evelauasi dan refleksi. a#dapun jumlah subjek tindakan penelitian ini adalah sebanyak 17 orang guru yang didampingi dalam menyusun KKM sesuai dengan standar. Metode pengumpulan data lembar observasi dan soal tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diadakan reflekasi pada siikls 1 sehingga perbaikan pada siklus 2 maka dapat simpulkan bahwa rata-rata atau 88,17% guru yang yang mengikuti pendampingan dapat menyusun KKM sesuai konsep dan proses penyusunan yang baik, memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi, memahami struktur kurikulum dan kompetensi yang harus dicapai siswa. Pendampingan hendaknya sebagai proses berkelanjutan yang memerlukan dukungan dan kolaborasi antara guru, dan kepala sekolah,. Dengan adanya pendampingan, diharapkan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan menilai hasil belajar siswa dapat meningkat. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran di SMP Satap Sape dan memastikan bahwa siswa mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.