p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Central Publisher
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TRADISI SEBAMBANGAN DALAM ADAT PERNIKAHAN KOMERING DI DESA BETUNG Ahmad Zamhari; Surya Adi Pratama; Anjelyta Pritama; Sevna Vegintari; Dhila Rizki Ananda
Journal Central Publisher Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.292 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tradisi pernikahan merupakan bagian penting dari budaya dan adat istiadat suatu masyarakat. Di Desa Betung, tradisi pernikahan Komering mengandung makna dan simbol yang khas, salah satunya adalah tradisi sebambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis tradisi sebambangan dalam adat pernikahan Komering di Desa Betung. Tujuan : Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang tradisi sebambangan dalam adat pernikahan Komering di Desa Betung. Temuan-temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal serta menjadi sumber informasi yang berguna bagi masyarakat, peneliti, dan pihak-pihak terkait lainnya. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif sebagai metode pengumpulan data. Partisipan penelitian terdiri dari tokoh adat, pengantin, keluarga, dan anggota masyarakat yang terlibat dalam tradisi sebambangan. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi elemen-elemen utama dalam tradisi sebambangan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sebambangan merupakan serangkaian ritual yang dilakukan sebelum pernikahan Komering di Desa Betung. Tradisi ini melibatkan persiapan dan pembersihan rumah pengantin, penghormatan terhadap leluhur, serta pemanggilan dan penyambutan tamu-tamu undangan. Tradisi sebambangan juga melibatkan pemilihan dan penggunaan pakaian adat, tarian dan musik tradisional, serta hidangan makanan khas daerah. Kesimpulan : Tradisi sebambangan dalam adat pernikahan Komering di Desa Betung memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan kesakralan pernikahan. Ritual-ritual yang dilakukan dalam tradisi ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara kedua keluarga yang akan bersatu melalui pernikahan
KEBERADAAN ADAT SEDULANG SETUDUNG DI DESA UJUNG TANJUNG SEBAGAI WARISAN BUDAYA Ahmad Zamhari; Meilda Sholehatun Islamiah; Ria Risdayati; Gusti Made Febriani; Surahman
Journal Central Publisher Vol 1 No 5 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.527 KB) | DOI: 10.60145/jcp.v1i5.109

Abstract

Latar Belakang : Membahas mengenai keberadaan adat Sedulang Setudung sebagai warisan budaya daerah Kabupaten Banyuasin. Di dalam penelitian ini akan mengkaji keberadaan adat Sedulang Setudung tepatnya di Desa Ujung Tanjung, Kabupaten Banyuasin. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mempelajari dan mendokumentasikan keberadaan Adat Sedulang Setudung di Desa Ujung Tanjung sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan dan penurunan praktik Adat Sedulang Setudung di Desa Ujung Tanjung. Metode : Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang menjelaskan kondisi lapangan beradsarkan fakta, baik lisan maupun tulisan dengan teknik pengumpulan data dengan observasi mendatangi tempat desa itu langsung dan melihat keadaan disana, wawancara untuk mengumpulkan data terkait kebudayaan di desa tersebut, dan dokumentasi sebagai arsip, foto yang dapat digunakan untuk hasil penelitian. Hasil dan Pembahasan : Hasil dan pembahasan ini dapat dilakukan melalui penerapan etika bisnis yang kuat, pengawasan yang ketat, evaluasi dan peningkatan sistem, pelatihan dan penjangkauan, sistem penghargaan dan sanksi yang tepat, serta pengembangan budaya organisasi yang baik dan berintegritas. Salah satu solusi yang dapat menyelesaikan kasus pajak berganda adalah restitusi pajak, tetapi proses permohonan yang lama merupakan hambatan besar bagi pelaku usaha. Kesimpulan : Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat di Desa Ujung Tanjung, dapat disimpulkan bahwa Adat Sedulang Setudung sudah tidak ada di Desa Ujung Tanjung sejak tahun 2002. Meskipun Adat Sedulang Setudung berasal dari Kabupaten Banyuasin, adat istiadat tersebut hanya dilakukan di beberapa desa, salah satunya Desa Gelebak Kecamatan Rambutan.
TRADISI PEMBUTAN TIKAR PEDAMARAN Ahmad Zamhari; Meri Rahmayanti; Putri Ishar Yunita; Etik Restiani; Septi Nadila
Journal Central Publisher Vol 1 No 5 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.892 KB) | DOI: 10.60145/jcp.v1i5.110

Abstract

Latar Belakang : Tikar yang merupakan kerajinan tangan yang berasal dari desa pedamaran.penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menjelaskan secara keseluruhan mengenai objek yang dibahas uniknya proses aneka kejarinan dalam pembuatan tikar yang mendapat julukan desa pedamaran . Tujuan : Tujuan dari sebuah jurnal tentang tradisi pembuatan tikar pedamaran dapat bervariasi tergantung pada konteks penelitian dan kepentingan penulis. Salah satu contohnya untuk mempertahankan dan mendokumentasikan warisan budaya: Tujuan utama dari penulisan jurnal tentang tradisi pembuatan tikar pedamaran adalah untuk mempertahankan dan mendokumentasikan warisan budaya yang terkait dengan praktik pembuatan tikar pedamaran. Ini bisa berarti menjaga pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan pembuatan tikar pedamaran agar tidak hilang seiring dengan waktu, serta mencatat sejarah, teknik, dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya. Metode : Metode Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menjelaskan secara keseluruhan mengenai objek yang dibahas uniknya proses aneka kerajinan dalam pembuatan tikar yang mendapat julukan desa pedamaran . Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sejarah dan perkembangan tradisi pembuatan tikar pedamaran: Pembahasan ini melibatkan penelusuran sejarah tradisi pembuatan tikar pedamaran, termasuk asal-usulnya, perkembangan teknik dan motif yang digunakan, serta peran tikar pedamaran dalam kehidupan budaya masyarakat setempat. Hal ini membantu memahami bagaimana tradisi ini terbentuk dan berubah seiring waktu. Hasil pembahasan tentang tradisi pembuatan tikar pedamaran memberikan wawasan mendalam tentang berbagai aspek terkait dengan tradisi ini, termasuk sejarah, teknik, simbolisme, dan dampak sosial dan ekonomi. Hal ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya tradisi ini dalam menjaga warisan budaya serta memberikan dasar untuk langkah-langkah pelestarian dan pengembangan di masa depan. Kesimpulan : Kesimpulan dari Peran ekonomi dan sosial tradisi pembuatan tikar pedamaran: Jurnal ini mungkin menyoroti dampak ekonomi dan sosial dari tradisi pembuatan tikar pedamaran. Praktik ini dapat menjadi sumber mata pencaharian bagi komunitas lokal, baik melalui penjualan tikar pedamaran kepada pasar lokal maupun internasional. Selain itu, tradisi ini juga dapat mempromosikan kerja sama dan kebersamaan dalam komunitas, melalui pelibatan berbagai anggota masyarakat dalam proses pembuatan tikar
NILAI NILAI TRADISI NIKTIKO ADOK DALAM ADAT PERNIKAHAN SUKU KOMERING DI DESA PULAU NEGARA Ahmad Zamhari; Firda Zulaikha; Nila Puspitasari; Dimas Putra Anugrah; Adelia
Journal Central Publisher Vol 1 No 5 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.473 KB) | DOI: 10.60145/jcp.v1i5.121

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini mendeskripsikan arti, manfaat,tata cara dan proses, nilai budaya,nilai keagamaan serta nilai bermasyarakat dalam tradisi pernikahan masyarakat Komering di desa pulau negara, Oku timur, sumatera selatan dalam melestarikan budaya di daerah sekitar. Tujuan : Bertujuan untuk untuk memahami dan mendokumentasikan nilai-nilai tradisional yang melekat dalam adat pernikahan suku Komering di Desa Pulau Negara. Penelitian ini akan menggali aspek budaya, kepercayaan, dan prinsip yang menjadi dasar bagi tradisi pernikahan suku Komering, yang kemungkinan dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan adat mereka. Metode : Metode penelitian ini menggunakan penelitian metode deskriptif yang berdasarkan dengan cara mengumpulkan data data yang dibutuhkan dan yang sudah menjadi fakta dari data tersebut maka dianalisis untuk mengetahui nilai nilai apa saja yang terdapat dalam tradisi adok. Data telah yang ada digunakan untuk menguraikan dengan sejelas-jelasnya tentang data yang berkaitan dengan nilai-nilai tradisi adok masyarakat pulau Negara. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa pemberian gelar yang berupa pantun dengan menggunakan bahasa Komering atau disebut pisaan dan warahan yang memiliki arti harapan , cita cita serta doa. Nilai budaya tradisi adok meliputi bagaimana hubungan antara manusia dengan penciptanya yang berupa ketaatan.Dan hubungan antara sesama manusia berupa saling tolong menolong , rendah hati, menghormati orang tua. Kesimpulan : Kesimpulannya Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan didaptakan dua hasil penemuan yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya kemepimpinan demokratis terhadap etos kerja karyawan di PT ITB. Namun tidak terdapat pengaruh positif tidak signifikan antara gaya kepemimpinan otoriter terhadap etos kerja karyawan di PT ITB. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi refrensi atau acuan peneliti lainnya kedepan dan diharapkan ketika peneliti selanjutnya melakukan penelitian terkait gaya kepemimpinan dan etos kerja ada baiknya ditambahkan variabel lain agar penelitian menjadi lebih terbahrui dan cangkupanya luas.