Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS LAYANAN E-COMMERCE DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN PELANGGAN Hafif Hermawan; Tony Satriani
Journal Central Publisher Vol 1 No 6 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.576 KB) | DOI: 10.60145/jcp.v1i6.130

Abstract

Latar Belakang : E-commerce (jual beli online) berbasis aplikasi mobile maupun website sudah berkembang di Indonesia, salah satunya Shopee. Sebagai platform e-commerce Singapura yang bernaung dibawah Sea Group, pertama kali diluncurkan tahun 2015 dan sejak itu memperluas jangkauannya ke Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Brasil. Sebagai marketplace Shopee berhadapan dengan sejumlah kompetitor sehingga mau tidak mau harus cepat dalam mengalami perubahan. Agar dapat bertahan di ruang lingkup e-commerce, setidaknya tidak mengalami akuisisi atau merger. Dan juga dalam memenuhi kebutuhan para pelanggannya masih terdapat masalah dan keluhan pelanggan terhadap kualitas layanan e-commerce Shopee seperti tidak kesesuaian barang dengan spesifikasi yang diinginkan pelanggan, lambatnya respon penjual untuk membantu pelanggan dalam memberikan pelayanan. Tujuan : Bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan e-commerce Shopee dan mengetahui atribut mana yg menerima prioritas primer dalam perbaikan. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang melibatkan 100 responden. Metode : Metode penelitian ini menggunakan metode kuisioner yang dibagikan melalui link Google Form untuk mengukur kualitas layanan e-commerce dalam meningkatkan kepercayaan dan kepuasan Pelanggan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian ini Hubungan antara Kualitas Layanan dan Kepercayaan Pelanggan Ditemukan bahwa kualitas layanan e-commerce memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepercayaan pelanggan. Semakin baik kualitas layanan yang diberikan oleh platform e-commerce, semakin tinggi tingkat kepercayaan pelanggan terhadap platform tersebut. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa kualitas layanan e-commerce dapat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
EFISIENSI Efisiensi Waste Dalam Rantai Pasok Menggunakan Lean Supply Chain Management Study Kasus PT Dantosan Precon Perkasa Hafif hermawan; Haris Sandi Yudha Yudha; Agung Widarman Widarman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2089

Abstract

Industri konstruksi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. PT Dantosan Precon Perkasa sebagai perusahaan yang bergerak di bidang beton pracetak menghadapi berbagai tantangan dalam rantai pasok yang berdampak pada rendahnya efisiensi operasional. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi berbagai jenis pemborosan (waste) seperti overproduction, kelebihan inventori, waktu tunggu, transportasi yang tidak efisien, overprocessing, produk cacat, dan gerakan yang tidak perlu pada setiap tahapan rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pemasangan di lokasi proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi rantai pasok, mengidentifikasi jenis-jenis pemborosan yang terjadi, serta merumuskan strategi perbaikan berbasis pendekatan Lean Supply Chain Management (LSCM). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat analisis utama yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan kondisi saat ini dan mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah. Selain itu, digunakan juga diagram fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab pemborosan, serta diterapkan prinsip-prinsip lean seperti Just-In-Time (JIT) dan Kanban.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan paling dominan terjadi pada waktu tunggu dan overstock pada tahap pengadaan bahan baku dan proses produksi, yang disebabkan oleh perencanaan permintaan yang kurang akurat dan ketidakseimbangan lini produksi. Distribusi yang tidak optimal serta manajemen inventori yang tidak efektif juga turut menambah biaya operasional. Dengan penerapan konsep lean seperti penjadwalan ulang, peningkatan koordinasi dengan pemasok, serta sistem pencatatan real-time, efisiensi operasional dapat ditingkatkan secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan Lean Supply Chain Management mampu mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan, serta meningkatkan efisiensi pada rantai pasok PT Dantosan Precon Perkasa. Rekomendasi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan  untuk meningkatkan daya saing perusahaan dan kepuasan pelanggan.