Latar Belakang: Kehamilan merupakan tantangan tersendiri bagi seorang anestesiologi karena kita menghadapi dua kehidupan di waktu yang bersamaan. Tumor otak pada kehamilan berkorelasi dengan mortalitas ibu, prematuritas dan intra uterine growth restriction (IUGR). Hal ini membuat waktu persalinan dan teknik anestesi yang digunakan bergantung dari situasi yang ada.Kasus: Pada kasus ini kami melaporkan teknik anestesi menggunakan general anesthesia (GA) untuk sectio caesarea transperitoneal profunda (SCTP) pada seorang pasien wanita G1P0A0 usia kehamilan 29 minggu ASA IIIE dengan space occupied lesion (SOL) intracranial suspek multipel abses serebri dd/ tuberkuloma, karsinoma mammae invasif dan bronkopneumonia.Pembahasan: SOL merupakan lesi pada ruang intrakranial terutama mengenai otak. Pada pasien kami terdapat SOL dari multipel abses serebri dd/ tuberkuloma. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial dan juga hemiparese dextra spastik. Terminasi kehamilan dilakukan berdasarkan kondisi hamil 29 minggu dengan adanya SOL pada pasien ini. Kami menggunakan general anesthesia (GA) untuk melakukan SC. Teknik anestesi dianggap berhasil jika hasil activity, pulse, grimace, appearance, and respiration (APGAR) bayi baru lahir tersebut baik.Kesimpulan: Wanita G1P0A0, 32 tahun, usia kehamilan 29 minggu, janin 1 hidup intrauterin, dengan SOL intrakranial suspek multipel abses serebri dd/ tuberkuloma, karsinoma mammae invasif dan bronkopneumonia dikonsultasikan oleh teman sejawat obsgyn kepada dokter anestesi untuk dilakukan sectio caesarea (SC) dengan GA. Selama pembiusan dan operasi berlangsung, tidak didapatkan adanya komplikasi. Pada kasus ini, terminasi dilakukan untuk kesejahteraan bayi dan ibu.