Ali Maksum
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Filsafat Bahasa dalam Surah al-Fatihah dan Relevansinya Terhadap Konsep Pendidikan Islam Berbasis Tazkiyat al-Nafs Ali Maksum; Itah Miftahul Ulum; Umihani
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v10i1.8238

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan filsafat bahasa dalam tafsir surat al-Fatihah dan relevansinya terhadap konsep pendidikan Islam berbasis tazkiyat al-nafs. Penelitian ini menginvestigasi problem tafsir surat al-Fatihah dalam tafisr Rabbil ‘ālamīn, hingga menarik simpulan yang berbeda dengan tafsir sebelumnya. Penelitian ini berpijak kepada research problem, bagaimana metodologi tafsir surat al-Fatihah yang relevan dengan Rabbil ‘ālamīn sebagai ruh pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir kontekstual yang menginvestigasi surat al-Fatihah dan ayat-ayat lain yang dipahami secara mendasar, dan keterkaitannya dengan data penelitian hingga menjadi pendapat pribadi peneliti. Temuan dari penelitian ini, menjelaskan bahwa surat al-Fatihah adalah abstraksi dari kitab-kitab samawi dan kitab al-Quran. Tafsir al-Fatihah yang relevan dengan tafsir Rabbil ‘ālamīn sebagai ruh pendidikan, menunjukkan bahwa pendidikan Islam bersifat terbuka bagi segenap umat manusia. Relevansi tafsir al-Fatihah dengan konsep pendidikan diwakili oleh filsafat pendidikan tentang alam, kehidupan, dan manusia. Adapun tafsir yang relevan dengan komponen pendidikan adalah tujuan pendidikan, subjek pendidikan, materi dan capaian pembelajaran, serta fasilitas pendidikan. Sementara tazkiyat al-nafs dalam konsep pendidikan berhubungan dengan tauhīd asmā wa shifātihi, tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah, dan ihsān.
STRATEGI PONDOK PESANTREN DALAM PENGUATAN MODERASI DI KAWASAN INDUSTRI Umihani; Yoyoh Badriyyah; Darrotul Jannah; Ali Maksum
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v11i1.9995

Abstract

Kajian terhadap strategi pesantren dalam penguatan moderasi beragama terutama di kawasan industri, menjadi sangat penting setidaknya dilihat dari dua alasan: Pertama, bahwa setiap industrialisasi apapun, bukan hanya menimbulkan dampak positif saja, tetapi dapat menimbulkan dampak negatif pula seperti terjadinya perubahan kebudayaan dan pemikiran. Hal ini yang menjadi salah satu pendorong munculnya kontestasi ideologi ekstrimisme di kalangan para buruh dan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap pesantren Manba'ul Huda terhadap kebijakan pemerintah tentang pengembangan industri di Majalengka Timur. Sistem pendidikan, desain kurikulum dan metode pendidikan yang diterapkan oleh pesantren Manba’ul Huda dalam penguatan moderasi beragama eksistensi pesantren Manba'ul Huda dalam penguatan moderasi beragama di kalangan masyarakat industri Majalengka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu kiayi, ustadz dan para santri juga sumber data primer yaitu beberapa dokumen yang berkaitan dengan kajian ini. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis datanya melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kebijakan industrialisasi di Majalengka Timur, bagi pondok pesantren Manba’ul Huda difahami sebagai keniscayaan di era modern, sekaligus peluang baru untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat. Sistem pendidikan, desain kurikulum dan metode pendidikan yang diterapkan oleh pesantren Manba’ul Huda dalam penguatan moderasi beragama untuk mitigasi lahirnya deradikalisasi agama -sebagai efek negatif dari industrialisasi- pesantren Manba’ul Huda telah memiliki sistem pendidikan yang lebih integratif-holistik. Strategi pondok pesantren dalam penguatan moderasi beragama di kawasan industri pesantren Manbaul Huda terus bersinergi dengan para tokoh masyarakat dan jaringan pesantren lainnya, memberikan edukasi pentingnya moderasi beragama, multikulturalisme, kesatuan kepada masyarakat sekitar industri melalui forum-forum pengajian, bahtsul masail, juga forum keserasian sosial & kunjungan industri.