Eny Susilowati
Balai Besar Bahan dan Barang Teknik – Kementerian Perindustrian RI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Ground Granulated Blast Furnace Slag terhadap Sifat Fisika Semen Portland Jenis-I Gaos Abdul Karim; Eny Susilowati; Wieke Pratiwi
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.288 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v8i2.118

Abstract

Research on The Effect of Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) on Physical Properties of Portland Cement Type I has been conducted. GGBFS with activity class of 100 was added to Portland cement at 0% (as control), 10%, 20%, 30%, 40% and 50% variation. The characteristic of compressive strength, setting time,  autoclave expansion and sulphate expansion was tested. Compared to the control, the compressive strength of mixtures at curing time of 3 and 7 days, was lower compared to the control. But at curing time of 28 days, the compressive strength reached more than control and optimum at 50% variation of GGBFS was achieved. The addition of GGBFS at whole mixture indicated of increasing setting time, lower autoclave expansion, and lower sulphate expansion. Penelitian mengenai Pengaruh Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) terhadap Sifat Fisika Semen Portland Jenis-I telah dilakukan. GGBFS kelas aktifitas 100 digunakan sebagai bahan tambahan pada Semen Portland Jenis-I dengan variasi GGBFS  pada campuran  yaitu 0% (kontrol), 10%, 20%, 30%, 40% dan 50 %. Terhadap setiap campuran dilakukan uji kuat tekan, waktu setting, pemuaian dengan autoclave dan pemuaian karena sulfat. Dibandingkan dengan karakter kontrol, kuat tekan mortar pada umur 3 dan 7 hari lebih rendah pada semua variasi, tetapi pada kuat tekan 28 hari, kuat tekan campuran umumnya lebih tinggi dari kontrol dan optimum pada perbandingan 50:50. Penambahan GGBFS menyebabkan penambahan waktu setting, penurunan sifat pemuaian  pada uji pemuaian dengan autoclave,  dan penurunan pemuaian karena sulfat.