Chaula Rininta Anindya, Chaula Rininta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Evolving Security Policy of Japan and The Adherence to Antimilitarism Culture Anindya, Chaula Rininta
Global: Jurnal Politik Internasional Vol. 18, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Japan has reinterpreted Article 9 as the fundamental constitution of their antimilitarist culture and shows its willingness to play a more active role in the International security. This article seeks to examine the changes of Japan’s security and the potential shift of antimilitarist strategic culture, arguing that despite the continuous changes, Japan has not changed its strategic culture due to perpetual debates within the domestic politics that are vital in shaping the security identity. The changing security practices are merely a natural response to the current dynamic of International security environments. Therefore, it remains unlikely for Prime Minister Shinzo Abe to achieve his aim for a constitutional reform.
Bureaucratic Resistance and The Challenge of Implementing ASEAN Our Eyes: Case Study of Jolo Church Bombing 2019 Anindya, Chaula Rininta
Global: Jurnal Politik Internasional Vol. 24, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus Foreign Terrorist Fighters (FTF) memicu kekhawatiran dunia, termasuk negara-negara di Asia Tenggara. Pada tahun 2017, Indonesia mengajukan inisiatif “Our Eyes” untuk menciptakan sebuah wadah bagi negara-negara ASEAN untuk bertukar informasi intelijen guna memberantas kegiatan terorisme transnasional. Inisiatif tersebut kemudian diubah menjadi “ASEAN Our Eyes” (AOE). Tetapi, beberapa tahun setelah dibentuknya inisiatif tersebut, terjadi peristiwa pengeboman gereja di Jolo, Filipina. Inisiden tersebut menunjukkan hambatan untuk mengimplementasikan inisiatif AOE. Pelaku diidentifikasi sebagai Warga Negara Indonesia yang berhasil masuk ke Filipina berkat bantuan jaringan teroris lokal di Filipina. Idealnya, inisiatif AOE dapat mencegah serangan tersebut. Artikel ini akan mendiskusikan dinamika domestik di Indonesia dan Filipina mengingat pentingnya memahami dinamika lokal nasional sebelum menilai efektivitas dari sebuah inisiatif di tingkat kawasan. Kajian ini menggunakan konsep resistansi birokrasi untuk memahami karakeristik dari organisasi intelijen di kedua negara. Tulisan ini mengidentifikasi potensi kebocoran informasi dan budaya patron-klien yang menghambat pertukaran informasi intelijen antar organisasi intelijen. Sulit untuk mengharapkan terciptanya sebuah pusat data intelijen terintegrasi di tingkat kawasan apabila proses pertukaran informasi tidak terjadi di tingkat nasional atau lokal.