Mega Putri Kiara
Universitas Islam Negeri Sumatra Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis berita Kekerasan seksual di media online (studi komparasi tempo.com) Mega Putri Kiara
Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jpsik.v7i1.7492

Abstract

Pada Pemeriksaan ini berencana untuk membedah teks berita di media berbasis web. Tempo.com yang mengangkat isu kebiadaban seksual terhadap anak-anak masa 2022. Eksplorasi semacam ini merupakan Penelitian ini kajian grafis subyektif dengan menggunakan strategi penanganan informasi investigasi outlining, yang merupakan cara untuk menghadapi realitas kekinian yang dikonstruksi dan dibentuk oleh media. Strategi pemeriksaan outline menggunakan model Entman.Kejadian kebrutalan Seks di Indonesia sendiri terjadi di berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Ternyata, hal tersebut tidak terjadi begitu saja wanita saja, namun juga terjadi pada pria. Tak hanya di berbagai pertemuan, kebrutalan Seks ini juga bisa terjadi di mana saja, yaitu di lingkungan kerja, tempat umum, tempat belajar, dan yang mengejutkan,di lingkungan keluarga. Hasil investigasi ini menemukan bahwa Tempo.com mengamankan korban dengan tidak memberikan lebih banyak ruang bagi pelaku untuk menjaga diri kepada masyarakat luas melalui media. Hal itu terlihat dari isi berita yang banyak memuat keterangan dari pihak kepolisian, tidak sedikit pun mengutip pernyataan pelakunya. Kebiadaban seksual sendiri sepertinya tidak ada batasnya, siapapun bisa menjadi survivor dari pelakunya yang mungkin adalah orang-orang terdekat kita. Kebrutalan seksual sendiri merupakan suatu bentuk gerakan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban yang pada umumnya dibuntuti oleh bahaya kebiadaban. Sebagian besar orang Indonesia memiliki bidang kekuatan yang serius untuk suatu arahan, sehingga perlakuan terhadap korban biasanya dirusak oleh keluarganya sendiri dengan alasan menjaga nama baik keluarga, atau untuk menjaga harga diri keluarga. Sama halnya dengan bagaimana media membingkai setiap pemberitaan terkait isu ini.