This Author published in this journals
All Journal Aksara
Sang Ayu Putu Eny Parwati, Sang Ayu Putu Eny
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REALISASI FONETIS KONSONAN GETAR ALVEOLAR BAHASA INDONESIA PADA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DEWASA Parwati, Sang Ayu Putu Eny
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.029 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.169.37-47

Abstract

Penelitian ini membahas tentang konsonan getar alveolar [r] menggunakan kajian fonetis yang direalisasikan dengan program spektogram. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bunyi konsonan getar alveolar [r] yang diucapkan oleh orang orang dewasa.  Metode padan dan teknik simak digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan uji spektogram diperoleh gambaran bunyi konsonan getar alveolar  [r] oleh responden dewasa pada posisi awal [rusak] oleh laki-laki memiliki durasi lebih pendek daripada perempuan, frekuensi untuk laki-laki diperoleh lebih rendah daripada perempuan. Sementara itu, bunyi getar pada posisi tengah [surat] oleh laki-laki berdurasi lebih pendek daripada bunyi perempuan, sedangkan frekuensi bunyi laki-laki lebih rendah daripada perempuan. Bunyi getar pada posisi akhir [getar] oleh informan laki-laki lebih panjang daripada bunyi perempuan dengan frekuensi bunyi getar laki-laki lebih rendah daripada bunyi perempuan.  
VERBA "MEMASAK" DALAM BAHASA BALI: KAJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI (MSA) Parwati, Sang Ayu Putu Eny
Aksara Vol 30, No 1 (2018): Aksara, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.559 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v30i1.73.121-132

Abstract

AbstrakBahasa merupakan sumber daya yang mampu mengungkap sebuah misteri budaya dan budaya hanya dapat diungkapan dengan bahasa. Bahasa dan budaya Bali adalah sebuah cermin jatidiri penuturnya. Bahasa dan budaya ‘memasak’ dalam masyarakat Bali memiliki makna tersendiri yang dapat diungkapkan melalui kajian Metabahasa Semantik Alami (MSA), seperti pada verba ngengseb, ngnyatnyat, dan nambus.  Teori MSA ini dirancang untuk mengeksplikasi semua makna, baik makna leksikal, makna ilokusi, maupun makna gramatikal. Verba ‘memasak’ dalam bahasa Bali termasuk dalam kategori verba tindakan (perbuatan) dan verba proses. Dalam verba tersebut terjadi polisemi takkomposisi antara MELAKUKAN dan TERJADI sehingga pengalam memiliki eksponen: “X melakukan sesuatu pada Y, dan karena itu sesuatu terjadi pada Y”. Dengan metode simak libat cakap dan teknik catat, diperoleh sebanyak 12 leksikon data yang terkumpul, selanjutnya dieksplikasikan untuk merepresentasikan makna aslinya. Berdasarkan metode, sarana, dan entitas yang digunakan dalam ‘memasak’, lesksikon verba ini terbagi dalam tiga kelompok, yaitu (1) ‘memasak’ dengan sarana air: nyakan, nepeng, ngukus, ngengseb, nglablab, ngnyatnyat (2) ‘memasak’ dengan sarana api: nunu, manggang, nambus, dan nguling, (3) ‘memasak’ dengan sarana minyak dan tanpa minyak: ngoreng dan ngenyahnyah. Semua leksikon yang memiliki makna memasak di atas berpola sintaksis MSA: X melakukan sesuatu pada Y dan Y masak/matang (termasak).Â