Suryo Handono, Suryo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLIKATUR KAMPANYE POLITIK DALAM KAIN RENTANG DI RUANG PUBLIK Handono, Suryo
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.245 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.52.253-266

Abstract

Kampanye politik merupakan komunikasi yang terencana untuk membentuk suatu citra yang diharapkan oleh penutur. Tuturan dalam komunikasi itu terdapat maksud yang tersurat dan tersirat atau disebut implikatur. Penelitian ini mengkaji implikatur dan sumber implikatur kampanye politik dalam kain rentang di ruang publik. Penyediaan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik catat dan rekam. Melalui analisis pragmatik dengan metode padan terungkap bahwa dalam kampanye politik terdapat implikatur konvensional dan konversasional. Implikatur konversasional yang timbul adalah meyakinkan, mengajak, meminta, menjanjikan dan memerintah. Implikatur tersebut bersumber pada penerapan prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan. Penerapan prinsip kerja sama meliputi pemenuhan dan pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Kemudian, penerapan prinsip kesantunan meliputi pemenuhan maksim ketimbangrasaan serta pelanggaran maksim ketimbangrasaan, kemurahhatian, dan kerendahhatian.
PENGGUNAAN BAHASA KOMUNITAS PEDAGANG DI KOTA SEMARANG (LANGUAGE USE OF MERCHANT’S COMMUNITY IN SEMARANG) Handono, Suryo
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.108

Abstract

Tulisan ini dilandasi pemikiran bahwa peran faktor sosial, budaya, dan situasional dalam penggunaan bahasa komunitas pedagang di Kota Semarang belum terungkap secara empiris. Selain itu, interaksi verbal pada ranah tersebut yang melibatkan berbagai partisipan dengan topik yang bervariasi akan memunculkan penggunaan bahasa yang bervariasi. Tulisan ini mendeskripsi kosabahasa, variasi bahasa, dan faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, digunakan pendekatan linguistik, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial, tetapi tetap bertumpu pada permasalahan bahasa dalam hubungannya dengan masyarakat. Data tulisan ini adalah tuturan warga komunitas pedagang di Kota Semarang yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung dengan menggunakan teknik simak, baik simak libat cakap maupun simak bebas libat cakap, dan metode wawancara yang disertai dengan teknik rekam dan catat. Melalui analisis kontekstual ditemukan bahwa kosabahasa terdiri atas bahasa Indonesia ragam formal, bahasa Indonesia ragam nonformal, bahasa Jawa ragam krama, dan bahasa Jawa ragam ngoko. Variasi berwujud tunggal bahasa, alih kode, dan campur kode. Pilihan tunggal bahasa meliputi pengunaan bahasa Indonesia ragam formal, bahasa Indonesia ragam nonformal, bahasa Jawa ragam krama, dan bahasa Jawa ragam ngoko. Alih kode terdiri atas alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa krama, bahasa Indonesia ke bahasa Jawa ngoko, bahasa Jawa krama ke bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa ngoko ke bahasa Indonesia. Campur kode terdiri atas campur kode bahasa Jawa ragam krama dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa ragam ngoko dalam bahasa Indonesia, bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa ragam krama, bahasa Jawa ragam ngoko dalam bahasa Jawa ragam krama, bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa ragam ngoko, dan bahasa Jawa ragam krama dalam bahasa Jawa ragam ngoko. Campur kode tersebut berbentuk kata, frasa, baster, perulangan, dan ungkapan. Faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa adalah status sosial, jarak sosial, usia, situasi tutur, dan tujuan tutur.    This research is conducted to the fact that the role of social factor, culture, and the situation of the language use in Semarang merchant?s community is not yet being studied empirically. In the other side, the verbal interaction in such community involves various participants with various topics and language use. This study aims to describe the language vocabulary, variation, and factors that in? uence the language use. To overcome the problems, the writer not only uses the linguistics, sociology, anthropology, and social psychology approaches, but also relates language with society. The data is taken from the utterances of the merchant?s community in Semarang which are collected from the direct observation using the techniques of simak, whether simak libat cakap or simak bebas libat cakap, and the method of interview using the take-note and interview method. Through the contextual analysis, it is found that the language vocabularies of the community are formal and nonformal Indonesian language, Javanese krama and ngoko. The variations are in the form of single language, code switching, and code mixing. The single language is in the form of formal and nonfromal Indonesian, Javenese karma and ngoko. The code switching is in the form of switching Indonesian to Javanese krama, Indonesian to Javanese ngoko, Javanese krama to Indonesian, and Javanese ngoko to Indonesian. The code mixing is in the form of Javanese krama in Indonesian, Javanese ngoko in Indonesian, Indonesian in Javanese krama, Javanese ngoko in Javanese krama, Indonesian in Javanese ngoko, and Javanese krama in Javanese ngoko. The code mixing is found in words, phrases, baster, repetition, and expressions. The factors that in? uence the language use is the social status, social distance, age, purpose and the situation of the utterances. 
TINDAK TUTUR DALAM IKLAN BERBAHASA JAWA DI RADIO (THE ACTS OF SPEECH OF JAVANESE ADVERTISEMENT IN THE RADIO) Handono, Suryo
JALABAHASA Vol 13, No 1 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i1.52

Abstract

Iklan sebagai salah satu bentuk komunikasi memunyai peranan penting untuk memperkenalkan suatu produk kepada masyarakat. Tuturan iklan merupakan fenomena menarik untuk diteliti dari berbagai aspek pragmatik, salah satunya adalah tindak tutur. Penelitian ini mengkaji tindak tutur pada wacana iklan berbahasa Jawa di radio. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif ini memaparkan bentuk tindak tutur dan konteks tuturan dalam wacana iklan berbahasa Jawa di radio. Strategi yang digunakan adalah analisis isi. Berdasarkan analisis isi diperoleh hasil bahwa bentuk tuturan dalam wacana iklan berbahasa Jawa di radio meliputi tindak tutur representatif, direktif, ekpresif, komisif, dan deklaratif. Tindak tutur representatif digunakan dalam konteks memberi tahu, menyatakan, mengakui, melaporkan, menjelaskan, menyebutkan, dan memberikan kesaksian. Tindak tutur direktif digunakan dalam konteks menyuruh, mengajak, mengimbau, menyarankan, dan mengingatkan. Tindak tutur ekspresif digunakan sebagai evaluasi dalam konteks memuji, mengkritik, dan mengeluh. Tindak tutur komisif digunakan hanya dalam konteks memastikan. Tindak tutur deklaratif digunakan dalam konteks melarang, menegaskan, dan meyakinkan. Kata kunci: tindak tutur, konteks, iklan, bahasa Jawa, radioABSTRACTAdvertising as one form of communication has an important role to introduce a product to the community. Advertising is an interesting phenomenon to be examined from various aspects of pragmatic, one of which is the act of speech. This study examines the acts of speech on the discourse of Javanese advertisement on the radio. This descriptive qualitative research describes the form of speech acts and the context of speech in the discourse of Javanese ad on the radio. The strategy used is content analysis. Based on the content analysis, it is found that the form of speech in the Javanese language advertising discourse in the radio includes the act of representative speech, directive, expressive, commissive, and declarative. Representative speech acts are used in the context of notifying, declaring, acknowledging, reporting, explaining, mentioning, and giving testimony. The directive speech acts are used in the context of commanding, referring, appealing, suggesting, and reminding. Expressive speech acts are used as evaluation in the context of praising, criticizing, and complaining. Commissive speech acts are used only in the context of making sure. Declarative speech acts are used in the context of prohibiting, asserting, and reassuring. Keywords: speech acts, context, advertisement, Javanese, radio