Mohammad Maulana Iqbal
Universitas Airlangga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE LIFE OF THE NIQAB AND SIRWAL; Phenomenological Study of Family Power Relations to Stigma Mohammad Maulana Iqbal
Jurnal Sosiologi Agama Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsa.2023.171-03

Abstract

This research departs from the widespread stigmatization experienced by those who wear the niqab and sirwal. Society views this attribute negatively because one of them is the actions of terrorists, suicide bombers and others, who carry out their actions using a niqab or sirwal. So this study aims to explore the experiences of the niqab and sirwal users in the private sphere, such as the family and the public sphere in society. To see these two contexts, this study uses the perspective of power relations theory from Michel Foucault and the Stigma concept from Erving Goffman. Meanwhile, methodologically, this study uses a qualitative approach to explore the experiences of the niqab and sirwal users. The findings in this study are that women who wear the niqab in power relations with their parents experience discrimination and social control regarding their attributes. In contrast to sirwal users, who are more liberated by their families in using attributes. Meanwhile, in the public sphere, niqab women again experienced verbal harassment from the public, unlike sirwal, who never experienced harassment. In this case, a woman wearing a niqab is verbally abused not only because she wears a niqab but because she is a woman who is considered inferior in a patriarchal society. In addition, in this case, niqab women experience double discrimination in private and public spaces.
Kemiskinan Struktural dan Mekanisme Survival Tukang Becak di Terminal Bratang Mohammad Maulana Iqbal
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v12i2.49795

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena kemiskinan struktural yang dialami oleh tukang becak di Surabaya. Tukang becak merupakan pekerja yang bergerak di sektor informal perkotaan. Namun, dikarenakan struktur sosial yang tidak berpihak kepada tukang becak, maka menghasilkan keterbelengguan kemiskinan yang dialami oleh mereka. Penelitian ini akan lebih melihat dinamika kemiskinan struktural yang dialami oleh para tukang becak di Terminal Bratang, Surabaya. Selain itu, dengan perspektif teori mekanisme survival dari James C. Scott, maka akan dilihat juga terkait mekanisme survival tukang becak dalam bertahan hidup di perkotaan. Untuk dapat menangkap realitas tersebut, penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa, kemiskinan struktural yang dialami tukang becak di Terminal Bratang, Surabaya dikarenakan eksisnya transportasi online, tidak dimilikinya legalitas kendaraan bentor dan tidak adanya keterampilan lain yang dimiliki tukang becak. Akhirnya tukang becak melakukan mekanisme survival dengan mengurangi makanan mereka, memanfaatkan jaringan sosial dari paguyuban tukang becak, dan melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut legalitas kendaraan bentor mereka.