Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penyebab Bank Runs: Studi Kasus Svb (Slicon Valley Bank) Desi Syahrani; Joseph Silaban; Selvi Indriani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 13 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8149004

Abstract

Silicon Valley Bank merupakan lembaga keuangan yang bermarkas di Santa Clara,California,Amerika Serikat.SVB telah beroperasi sejak 40 tahun yang lalu. Silicon Valley Bank menjadi peristiwa kebangkrutan bank terbesar kedua di Amerika Serikat sejak runtuhnya bank Washington Mutual saat krisis keuangan tahun 2008. Keterkaitan dalam peristiwa ini adalah kebijakan The Fed dalam menaikkan suku buka secara agresif,krisis modal yang dialami SVB, dan aksi bank runs dari para nasabah. Indonesia juga pernah mengalami kejadian dalam kolaps bank. Itu terjadi pada tahun 1997. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya krisis keuangan di Amerika Serikat dan Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Dari beberapa referensi jurnal,kajian pustaka yang berkaitan dengan permasalahan krisis keuangan.
Analisis Penyebab Bank Runs (Studi Kasus Svb Silicon Valley Bank) Joseph Silaban; Desi Syahrani; Selvi Indriani; Hasyim .
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 13 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8160819

Abstract

The purpose of this article is to analyze the factors that influenced the downfall of the USbased Silicon Valley Bank (SVB). This research is a qualitative research using secondary data as research supporting data. Data collection techniques in this study used document study techniques by obtaining data from websites, articles, books, and other literatures. Liquidity risk management failure, Interest rates of central bank (Fed), as well as portofolio investment missalocation drive the fall of SVB. Liquidity risk management plays an important role in the short and long term sustainability of bank. Therefore, there are efforts should be made to prevent various liquidity problems such as tightening lending, strenghtening coordination between central bank and commercial banks, as well as improving and evaluating the liquidity risk assessment system at related banks
Analisis Rasio Kinerja Keuangan Daerah Pemerintahan Kota Medan Tahun 2019-2023 Selvi Indriani; Feri Sahputra Sitorus; Monalisa L. Tobing; Khairul Adli; Putri Kemala Dewi Lubis
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 3: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i3.6675

Abstract

Peningkatan kinerja fiskal daerah merupakan  aspek penting dalam mencapai kemandirian dan otonomi daerah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja keuangan Kota Medan dengan menggunakan indikator keuangan daerah tahun 2019-2023.  Indikator yang digunakan antara lain tingkat kemandirian fiskal, tingkat efisiensi belanja, tingkat pertumbuhan pendapatan daerah, tingkat pemanfaatan anggaran, tingkat dana perimbangan, serta tingkat efisiensi dan efektivitas.  Berdasarkan hasil survei, tingkat kemandirian keuangan Kota Medan masih rendah, dengan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap bantuan tunai dari pemerintah pusat.  Rasio efisiensi belanja menunjukkan bahwa prioritas belanja daerah terfokus pada belanja operasional dibandingkan belanja modal, sehingga mempunyai implikasi terhadap pembangunan jangka panjang. Sementara itu, meskipun tingkat pertumbuhan pendapatan daerah berfluktuasi, namun terjadi peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, yang mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan potensi pendapatan asli daerah (PAD). Tingkat pemanfaatan anggaran juga bervariasi, hal ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan anggaran yang telah disetujui.  Rasio efektivitas dan efisiensi daerah yang berada pada tingkat kurang optimal menunjukkan adanya kesenjangan antara target dengan realisasi pendapatan dan belanja daerah.