Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian In Silico Senyawa Aktif Kayu Jawa (Lannea Coromadelica) Sebagai Antiinflamasi Melalui Penghambatan Mediator TNF-alpha Dan COX-2 Sukmawati Syarif; Andi Muflihunna
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.46074

Abstract

Kayu jawa (Lannea coromandelica) merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan secara empiris oleh masyarakat di Sulawesi Selatan sebagai obat tradisional karena memiliki efek farmakologis seperti antiinflamasi yang merupakan respon protektif normal terhadap berbagai proses fisiologis di dalam tubuh serta memiliki efek biologis yang dapat bekerja pada target molekul. Inflamasi adalah respon perlindungan normal terhadap cedera jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, bahan kimia berbahaya, atau agen mikrobiologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa kimia apakah pada tanaman Kayu jawa (Lannea coromandelica) yang berpotensi sebagai antiinflamasi dengan mekanisme penghambatan reseptor TNF-α dan COX-2. Metode penelitian ini adalah  in silico menggunakan metode molecular docking dengan perangkat lunak Autodock. Tahapan penelitian antara lain simulasi doking reseptor dengan ligan uji kemudian di validasi, setelah itu di visualisasi menggunakan  discovery studio, kemudian dilanjutkan pada tahapan data analisis serta prediksi ADME. Adapun hasil penelitian Senyawa 3-hydroxy-4’,5,7-trimethoxyflavanone terhadap COX-2 dan senyawa uji morin terhadap TNF-α berpotensi sebagai antiinflamasi dengan kemampuan lebih rendah dibandingkan dengan liga alami untuk berkatan dengan sisi aktif pda reseptor target. Selanjutnya penelitian ini diharapkan menjadi pilot project produksi sediaan obat antiinflamasi yang dapat digunakan oleh masyarakat luas
OPTIMALISASI KELOMPOK TANI PARANGREA DALAM MEMANFAATKAN LIMBAH KOTORAN WALET MENJADI PAKAN IKAN DI KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA Andi Muflihunna; Andi Mu'nisa Syamsu; Nani Kurnia; Muhiddin Palennari; A. Irma Suryani
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i2.79982

Abstract

Kegiatan budidaya dengan pemenuhan pakan ikan adalah hal yang perlu diperhatikan secara serius. Menekan biaya pakan yang terus meningkat perlu dicarikan solusinya. Salah satu solusi alternatifnya adalah membuat pakan secara mandiri dengan bahan baku lokal yaitu dengaan memanfaaatkan limbah kotoran walet. Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa memiliki potensi pertanian, perternakan, dan perikanan yang sangat bagus. Salah satu usaha peternakan masyarakat  adalah beternak burung walet. Tapi kotoran walet belum dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga menumpuk sebagai limbah di sekitar Desa. Untuk pemanfaatan limbah kotoran walet menjadi pakan ikan dilakukan dengaan metode pembuatan pakan ikan dengan memanfaatkan kotoran burung walet yang dikembangkan melalui beberapa tahap yaitu: pengeringan bahan; pemasakan bahan; penggilingan bahan; pencetakan bahan menjadi butiran pellet dan pendinginan. Adapun mitra pengabdian masyarakat ini adalah Kelompok Tani Parangrea. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  maka terbentuknya keterampilan masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah limbah kotoran walet yang semula hanya sebagai bahan yang tidak termanfaatkan. Selain itu, terbentuk kemandiran masyarakat dalam meningkatkan pendapatan masyarakat selain menjual sarang burung walet, karena dapat dimanfaatkan sendiri, produk pakan ikan berbahan kotoran walet yang bernutri tinggi serta dapat dipasarkan baik secara offline maupun secara online.  Kata kunci: Desa Maccini Baji, Pakan Ikan, Kotoran Walet AbstractFish farming activities with adequate fish feed are a matter that needs to be taken seriously. Finding a solution to reduce the cost of feed, which continues to increase, is necessary. One alternative solution is to produce feed independently using local raw materials, namely by utilizing swallow droppings. Maccini Baji Village, Bajeng District, Gowa Regency has excellent potential for agriculture, livestock, and fisheries. One of the community's livestock businesses is swallow farming. However, swallow droppings have not been utilized to their full potential, resulting in waste accumulation around the village. To utilize swallow droppings as fish feed, a method of fish feed production was developed through several stages, namely: drying the material; cooking the material; grinding the material; molding the material into pellets; and cooling. The community service partner for this project was the Parangrea Farmer Group. Through this community service activity, the community has developed more creative and innovative skills in processing swallow droppings, which were previously only considered as unused material. In addition, the community has become more independent in increasing their income beyond selling swallow nests, as they can now utilize the high-nutrient swallow droppings themselves to produce fish feed that can be marketed both offline and online. Keywords: Maccini Baji Village, Fish Feed, Swallow Feces