Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko Kejadian Berat Badan Bayi Lahir Rendah Di Puskesmas Sangurara Tahun 2020 Risma; Nuraiman
Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu Vol 1 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59004/metta.v1i2.115

Abstract

Untuk menurunkan angka kematian bayi yang saat ini mencapai 52 per 1000 kelahiran hidup menjadi 35 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Salah satu penyebab kematian bayi terbesar adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kejadian asfiksia pada BBLR merupakan salah satu penyebab kematian perinatal dan neonatal. Kelahiran bayi dengan BBLR merupakan akibat kurang sempurnanya pertumbuhan alat-alat dalam tubuh bayi yang pada akhirnya akan mengalami banyak kesulitan untuk beradaptasi hidup di luar uterus dan mudah terjadi komplikasi termasuk diantaranya yaitu asfiksia BBLR merupakan masalah utama di negara berkembang termasuk Indonesia. Hal ini terlepas dari tingginya kejadian BBLR serta tingginya mortalitas dan morbiditas perinatal/neonatal. Morbiditas dan mortalitas neonatus tidak hanya tergantung berat badannya, tetapi juga pada maturitas bayi tersebut. Salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian bayi (AKB). Angka kematian bayi di Indonesia saat ini masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara di bagian ASEAN. Melihat banyaknya faktor penyebab kejadian yang berhubungan dengan berat badan lahir rendah maka peneliti tertarik untuk membahas beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yakni faktor dari ibu dan janin. Faktor dari ibu yaitu: umur ibu, jarak kehamilan, paritas ibu, status gizi ibu yang dapat dilihat dari kadar Hb dan pemeriksaan kehamilan/ANC sedangkan faktor janin yaitu: jenis kelamin bayi dan maturitas di Puskesmas Sangurara Tahun 2020