p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Vertex Elektro
Rizal Ahdiyat Duyo
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Politeknik Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENENTUAN TEGANGAN MESH TERHADAP FAKTOR KOREKSI KETIDAKRATAAN KECEPATAN DAN KERAPATAN ARUS PADA FAKTOR GEOMETRI ELEKTRODA PADA GARDU INDUK Muh Anwar; Nur Fajri; Rizal Ahdiyat Duyo; Zahir Zainuddin
VERTEX ELEKTRO Vol 15, No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jte.v15i1.10248

Abstract

Adapun Tujuan Penelitian Ini adalah untuk Menentukan perbandingan tegangan sentuh maksimum sebenarnya (mesh) pada sistem pembumian grid dan grid-rod. Menentukan perbandingan besarnya nilai tahanan pembumian pada sistem pembumian grid dan grid-rod. Beberapa metode penelitian yang penulis lakukan dalam memperoleh data tentang penentuan tegangan mesh terhadap faktor koreksi ketidakrataan kecepatan dan arus dan kerepatan arus pada faktor geometri elektroda pada gardu induk yaitu Metode Study Literature, Metode Study Observasi, Metode Diskusi. Adapun waktu tugas akhir ini akan dilaksanakan dimulai pada bulan maret 2022 sampai dengan bulan agustus 2022 dan tempat untuk melakukan kegiatan penelitian ini adalah pada Gardu Induk Tallo Lama. berisikan langkah-langkah yang ditempuh penulis dalam menyusun tugas akhir ini. Adapun hasil yang di dapatkan pada penelitian ini Berdasarkan pada sistem pembumian grid dengan jarak konduktor paralel D = 3 meter dan panjang total konduktor pembumian 1422 meter memiliki tegangan mesh sebesar 521,72 volt, sedangkan pada sistem pembumian grid-rod dengan jarak konduktor paralel D = 3 meter dan panjang total konduktor pembumian 1578 meter dengan elektroda rod  sebanyak 65 batang memiliki tegangan mesh sebesar 461,18 volt. Nilai tahanan pembumian pada sistem pembumian grid dengan jarak konduktor paralel D = 3 meter dan panjang total konduktor pembumian 1422 meter adalah 1,014 Ω, sedangkan nilai tahanan pembumian pada sistem pembumian grid-rod dengan jarak konduktor paralel D = 3 meter dan panjang total konduktor pembumian 1578 meter dengan elektroda rod  sebanyak 65 batang adalah 1,007 Ω
ANALISIS PEMANFAATAN WIRELESS ENERGY TRANSFER TERHADAP TRANSMISI DAYA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP RESONANSI ELEKTRO MAGNETIK Saddang Husain; Rizal Ahdiyat Duyo; Zahir Zainuddin
VERTEX ELEKTRO Vol 15, No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jte.v15i1.10194

Abstract

Adapun Tujuan Penelitian Ini adalah unutuk mengetahui transmisi daya listrik dengan menggunakan prinsip resonansi elektromagnetik, untuk mengetahui bagaimana prinsip kerja dari transfer daya listrik tanpa kabel. Metode penelitian ini berisikan langkah-langkah yang ditempuh penulis dalam menyusun tugas akhir ini. Metode penelitian ini disusun untuk memberikan arah dan cara yang jelas bagi penulis sehingga penyusunan tugas akhir ini dapat berjalan dengan lancar, mengadakan penelitian dan pengambilan data, Kemudian mengadakan pembahasan/analisa hasil pengamatan dan menyimpulkan hasil analisa tersebut. Adapun waktu tugas akhir ini akan dilaksanakan selama 6 bulan, mulai dari bulan Mei 2022 sampai dengan Desember 2022 sesuai dengan perencanaan waktu yang terdapat pada jadwal penelitian. Adapun hasil yang di dapatkan pada penelitian ini Berdasarkan pengujian dilakukan dengan beberapa kondisi jarak yang telah diubah-ubah didapatkan hasil pengujian dengan nilai tegangan 0,1 volt pada titik terjauh yaitu 30cm dengan daya yang dihasilkan 0,03mW dan tegangan sebesar 4,2 volt pada titik 6cm dengan daya yang dihasilkan 65,3mW. Berdasarkan hasil pengujian ini bisa diambil analisa dan kesimpulan bahwa besarnya tegangan yang diukur pada receiver berbanding terbalik dengan jarak antara transmitter dan receiver semakin dekat jarak maka semakin besar tegangan yang dihasilkan dan sebaliknya ketika jarak antara transmitter dan receiver semakin jauh maka tegangan yang dihasilkan semakin kecil.