Hadi Sudarsono
Universitas Swadaya Gunung Djati Cirebon

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BENDUNG WALAHAR KABUPATEN CIREBON Pratiwi Pratiwi; Hadi Sudarsono
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 5 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i5.3809

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan fungsi jaringan irigasi yang dapat berfungsi, mengetahui intensitas tanam (IT), keadaan debit, dan kinerja kelembagaan pengelolaan daerah irigasi Walahar.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskriptif-induktif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Jenis data dibedakan menjadi dua yaitu, data primer dan data sekunder.Penelitian ini dilakukan di daerah irigasi Walahar Desa Walahar Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi diketahui bahwa kondisi dan fungsi jaringan irigasi dari tahun 2006 sampai 2015 mengalami kerusakan dengan prosentasi Saluran Irigasi 91,749% dan Bangunan 50,84%. Intensitas Tanam (IT) dari tahun 2006-2015 rata-rata adalah 243,45%. Debit tersedia (1.428 l/detik), debit andalan (1.233 l/detik) lebih kecil dari debit kebutuhan (1.419 l/detik). Berdasarkan analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja kondisi dan fungsi saluran irigasi ada pada kondisi tidak optimal dengan keadaan rata-rata dibawah 55% (berfungsi kurang baik) sehingga tidak dapat melaksanakan pengaturan air/pelayanan air yang ada. Oleh sebab itu, diperlukan upaya  normalisasi (Peningkatan, Rehabilitasi, Pemeliharaan dan Perawatan) terhadap jaringan irigasi  (Saluran dan bangunan irigasi ).Guna mencapai Intensitas Tanam Maximal (300%) disamping pemenuhan tersediaan debit maka perlu diupayakan inovasi-inovasi / pembaharuan rencana tata tanam dengan pola tata tanam sesuai dengan  kondisi  kemampuan dari Daerah Irigasi Bendung Walahar. Untuk mengatasi kekurangan air perlu adanya koordinasi dengan daerah-daerah tangkapan air yang ada di Bendung Walahar, atau mencari sumber-sumber air permukaan lainya atau air tanah yang bisa di eksploitasi untuk menambah kebutuhan/ kekurangan air irigasi sehingga berdampak pada intensitas tanam meningkat.Kata Kunci :Evaluasi Kinerja, Irigasi, Intensitas Tanam, dan Debit . ABSTRACTThis research aims to know about the condition and function of irrigation network that can be used, to know about cropping intensity (IT), the state of discharge, and institutional performance management Walahar irrigation area. The method used is qualitative descriptive-inductive. The data collection is done by observation, interviews, and documentation. This type of data is divided into two, namely, primary data and secondary data. This research was conducted in irrigated areas Walahar Walahar Village Gempol District of Cirebon. Based on the results of Performance Evaluation of Irrigation known that the condition and function of irrigation networks from 2006 to 2015 were damaged by the percentage Irrigation 91.749% and Building 50.84% . Cropping intensity (IT) from 2006-2015 average was 243.45%. Debit provided (1,428 l / sec), debit mainstay (1,233 l / sec) is smaller than the discharge requirements (1,419 l / sec). Based on analysis of these data we can conclude that the performance and function of irrigation channels exist in conditions not optimal with the state average below 55% (to work less well) so it can not carry out regulation of water / water services exist. Therefore, the necessary efforts to normalize (Improvement, Rehabilitation, Care and Maintenance) of the irrigation network (Channel and irrigation).To achieve Planting Maximal intensity (300%) in addition to the fulfillment of the availability of discharge should be pursued innovations / renewal planting layout plan with the pattern of planting in accordance with the conditions of the ability of the Weirs Walahar Irrigation Area. To overcome the shortage of water is need for coordination with the catchment areas in Walahar weir, or find sources of other surface water or groundwater which could be exploited to increase the need / shortage of irrigation water so the impact on increased cropping intensity.Keywords: Performance Evaluation, Irrigation, Cropping Intensity and Debit
ANALISIS KINERJA SISTEM DAERAH IRIGASI BENDUNG PESAYANGAN KABUPATEN TEGAL Dona Amar Faisal; Hadi Sudarsono
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 5 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i5.3811

Abstract

ABSTRAKDaerah Irigasi Pesayangan berlokasi di Desa Pesayangan Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Berdasarkan data eksisting, areal layanan Daerah Irigasi Pesayangan adalah 1.898 Ha. Daerah Irigasi Pesayangan masuk dalam wilayah kerja Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Pemali Comal Jawa Tengah, Kabupaten Tegal. Adapun yang mempengaruhi sistem irigasi pada Daerah Irigasi Pesayangan antara lain meningkatnya sedimentasi pada Sungai Gung, kerusakan sarana dan prasarana yang mengakibatkan pengaturan air irigasi tidak efektif dan efisien serta kurang seimbangnya antara debit yang tersedia dengan debit yang dibutuhkan.Kondisi Saluran dan Bangunan di Daerah Irigasi Pesayangan masih banyak yang mengalami kerusakan, kerusakan pada saluran irigasi mencapai rata – rata 21,46%. Dan untuk kondisi bangunan mengalami tingkat kerusakan mencapai rata – rata 3,79%. Yang berdampak pada menurunya fungsi jaringan irigasi itu sehingga pelayanan air pada Daerah Irigasi Pesayangan menjadi kurang optimal. Kondisi Tenaga pengelola pada Daerah Irigasi Pesayangan hanya tersedia 9 orang, sedangkan yang dibutuhkan adalah 15 orang dengan prosentase kekurangan mencapai 30,91% sehingga pelayanan terhadap kondisi saluran kurang terpenuhi dan berdampak pada kondisi jaringan yang kurang terawat atau sering rusak. Perbandingan antara debit yang ada dengan debit kebutuhan pada Daerah Irigasi Pesayangan masih terdapat debit kebutuhan yang tidak cukupi oleh debit yang ada. Biaya Operasional dan Pemeliharaan pada  Daerah Irigasi Pesayangan dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 mengalami kenaikan biaya.Kata Kunci : Analisis  Kinerja, Daerah IrigasiABSTRACTIrrigation Area Pesayangan located in Pesayangan village sub-district Talang district Tegal. Based on existing data, service area Irrigation Area Pesayangan is 1.898 Ha. Irrigation Area Pesayangan included in the working area Central Management of Water Resources Pemali Comal Central Java, district Tegal. As for the influence of irrigation system in Irrigation Area Pesayangan among others, increased sedimentation in the river Gung. damage to facilities and infrastructure resulting in irrigation water management is not effective and efficient and the imbalance between the discharge provided with discharge required.Channel conditions and buildings in Irrigation Area Pesayangan much damage. damage to the irrigation channel reaches the average 21,46%. And for the condition of the building suffered damage level reaches the average 3,79%. Which have an impact on the decrease of the irrigation network function that service water irrigation area Pesayangan becomes less optimal. Personnel conditions of managers in the irrigation area Pesayangan is only available 9, whereas what is needed is 15 people with a percentage of 30.91% shortfall reached. so that the service to the channel conditions are lacking and the impact on the network conditions are often poorly maintained or damaged. Comparison between the existing discharge with discharge requirements on Irrigation Area Pesayangan there is still a requirement that the discharge does not suffice to discharge the existing. Operating and Maintenance Costs in Third Irrigation Area from 2014 to 2016 has increased costs.Keywords: Performance analysis, Irrigation Area
MANAJEMEN KONSTRUKSI PROYEK CHECK DAM SUNGAI CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA Mega Dwi Uthami; Hadi Sudarsono
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 6 No 1 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2017)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v6i1.3821

Abstract

ABSTRAKManajemen proyek merupakan proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi dilibatkan untuk memelihara, mengembangkan, mengendalikan, dan menjalankan program dengan menggunakan sumber daya tersebut secara efisien, efektif dan tepat waktu dalam menyelesaikan suatu proyek yang telah direncanakan, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetap kandan berlangsung terus menerus seiring berjalanya waktu.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis manajemen konstruksi Proyek Check Dam Sungai Cideres Kabupaten Majalengka mulai dari Menghitung Volume, Kebutuhan (Alat, Tenaga Kerja dan Bahan) Rencana Anggaran Biaya, merencanakan durasi pekerjaan menggunakan Metode Barchart, S Curve dan menganalisis Critical Path Method untuk mengetahui lintasan dan jalur kritis pada pelaksanaan proyek. Tujuan dicapai melalui Studi Literatur, Pengumpulan data-data teknis, dan peninjauan data berupa gambar Bestek.Hasil penelitian menunjukan bahwa Rencana Anggaran Biaya yang dikeluarkan untuk Proyek Check Dam Sungai Cideres sebesar Rp. Rp. 8.151.417.969,13 (Delapan milyar seratus lima puluh satu juta empat ratus tujuh belas ribu sembilan ratus enam pulus sembilan koma satu tiga rupiah). Kemudian dengan menggunakan Analisia Critical path method Penyelesaian Pekerjaan membutuhkan waktu selama 27 minggu 189 hari kalender. Kata Kunci :  Manajemen Konstruksi, Volume, Analisa Kebutuhan (Alat, Bahan dan Tenaga Kerja) RAB, Barchart, Kurva S, Critical Path Method. ABSTRACT   Project management is an integrated process where individuals as part of an organization involved to maintain, develop, manage, and execute programs using these resources in an efficient, effective and timely in completing a project that has been planned, all of which are directed at targets has ditetap Kandan berjalanya continues over time.This study was conducted to analyze the construction management Project Check Dam River Cideres Majalengka start of Calculating Volume, Requirements (Equipment, Labor and Materials) Budget Plan, planned duration of the work using the method barchart, S Curve and analyze Critical Path Method to determine the trajectory and on the critical path of the project. Objectives achieved through Literature, collection of technical data, and review data such as pictures Bestek.The results showed that the Budget Plan issued for River Dam Project Check Cideres Rp. Rp. 8,151,417,969.13 (eight billion one hundred fifty one million four hundred and seventeen thousand nine hundred and sixty Paul's nine point one three rupiah). Then by using Analisia Completion Critical path method takes as long as 27 weeks of 189 calendar days. Keywords : Construction Management, Volume, Needs Analysis (Equipment, Materials and Labor) RAB, barchart, S curve, Critical Path Method.
ANALISIS HIROLOGI DAN KINERJA BENDUNG KERUH KABUPATEN MAJALENGKA Elvan Ramdhan Nugraha; Hadi Sudarsono
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 6 No 1 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2017)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v6i1.3827

Abstract

ABSTRAKBendung Keruh berlokasi di Desa Leuweunggede Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka. Daerah Irigasi Bendung Keruh melayani 1731 HA areal irigasi ditiga Kecamatan yaitu Jatiwangi, Ligung, dan Palasah. Daerah Irigasi Bendung Keruh termasuk dalam wilayah kerja Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Sub Unit Pelayanan Kabupaten Majalengka.Adapun yang mempengaruhi sistem irigasi pada Daerah Irigasi Bendung Keruh adalah kurang seimbangnya antara ketersediaan dengan kebutuhan air yang diperlukan. Dengan demikian terjadinya penurunan intensitas tanam sehingga tidak maksimalnya produktifitas pertanian di wilayah tersebut.Tujuan penelitian dilakukannya analisis Hidrologi dan Kinerja Bendung Keruh Kabupaten Majalengks yaitu untuk mengetahui bagaimana ketersediaan air di Bendung dalam melayani kebutuhan air areal irigasinya.Hasil dari penelitian ini adalah Debit yang tersedia di bendung Keruh Kabupaten Majalengka sangat memenuhi untuk kebutuhan air areal irigasi tetapi Debit Andalan pada bulan mei – juli masih belum mencukupi untuk kebutuhan air irigasi karena pada bulan tersebut sudah masuk musim kemarau. Debit di bendung kondisinya terkadang naik ataupun juga turun seperti yang digambarkan pada grafik 4.2 Pola tanam ditiga kecamatan yang sumber airnya dari bendung keruh hanya 2 kali masa tanam karena MT1 dimulai dari bulan nopember 1 dan MT2 dimulai dari bulan Maret 1 yang mana curah hujan mulai menunjukan penurunan dan hanya bisa ditanami oleh palawija yang tidak banyak membutuhkan air yang banyak. MT3 hanya ada tanaman tebu saja dan itupun hanya sedikit. Kata Kunci : Bendung, Hidrologi, Irigasi, Kinerja Bendung dan Ketersediaan Air. ABSTRACT Keruh weir located in villages Leuweunggede Jatiwangi District of Majalengka. Weir Irrigation Area in 1731 HA Cloudy airport irrigation areas, namely the District ditiga Jatiwangi, Ligung, and Palasah. Weir Irrigation Area Murky included in the working area of the Department of Water Resources Management and Mining Services Unit Sub Majalengka. As for the influence of irrigation system in Weir Irrigation Area Murky is the imbalance between water availability needs required. Thus the decline in cropping intensity so as not maximum agricultural productivity in the region.Hydrology research purposes and for an analysis of the Weirs Performance Cloudy Majalengks district that is to know how the availability of water in the dam serves the water needs in the area of irrigation.The results of this study are available at the weir Debit Keruh Majalengka very fulfilling for the water needs of irrigation areas but Debit mainstay in May - July is still not sufficient for the needs of irrigation water for the month already entered the dry season. Discharge at the dam condition is sometimes up or too down as illustrated in chart 4.2 cropping pattern in three districts that sources its water from the weir murky just two planting seasons because MT1 starting in november 1 and MT2 starting from March 1, which is where the rainfall began to show decline and can only be planted with crops that do not require much water. MT3 only sugar cane crops alone, and then only slightly. Keywords: Dam, Hydrology, Irrigation, The Performance Of The Weir, The Availability Of Water
NALISIS MANAJEMEN KONSTRUKSI PROYEK PEMBANGUNAN CHECK DAM SUNGAI CIKAMIRI KABUPATEN GARUT Ryan Afriyana; Hadi Sudarsono
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 6 No 7 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2017)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v6i7.3878

Abstract

ABSTRAKManajemen proyek merupakan salah satu aspek penting dalam suatu penerapan ilmupengetahuan, keahlian dan juga keterampilan untuk mencapai sasaran atau tujuan yang sudah ditentukanagar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Manajemen Konstruksi Proyek Check Dam SungaiCikamiri Kabupaten Garut mulai dari Menghitung volume, pelaksanaan pekerjaan, kebutuhan (alat,tenaga kerja, bahan), rencana anggaran biaya, metode barchart, s cruve dan menganalisis critical pathmethod dan cash flow.Hasil penelitian menunjukan bahwa rencana anggaran biaya yang dikeluarkan untukmenyelesaikan proyek Check Dam Sungai Cikamiri Kabupaten Garut sebesar Rp. 8.640.684.608,00(Delapan milyar enam ratus empat puluh juta enam ratus delapan puluh empat ribu enam ratus depalanrupiah) termasuk PPN 10%. Kemudian dengan menggunakan analisis critical path method, penyelesaianpekerjaan membutuhkan waktu selama 25 minggu atau 175 hari kalender.Kata kunci : Manajemen Konstruksi, Volume, RAB, Barchart, Kurva S, Critical Path Method dan CashFlowABSTRACTProject management is one important aspect in the application of knowledge, expertise and skillsto achieve the goals or objectives that have been determined in order to obtain optimum results in termsof performance, time, quality and safety.This study was conducted to analyze the Check Dam Project Construction Management CikamiriRiver Garut start of calculating volume, implementation works, supplies (tools, labor, materials) budgetplan, method, barchart, s ruve, analysis critical path method and cash flow.The results showed that the budget plan costs incurred to complete the Cikamiri River DamProject Check Garut Rp. 8,640,684,608.00 (eight billion six hundred forty million six hundred eighty-fourthousand six hundred eight rupiah) including 10% VAT. Then by using analysis critical path method,completion takes as long as 25 weeks, or 175 calendar days.Keyword: Construction Management, Volume, RAB, Barchart, S Curve, Critical Path Method, and Cashflow
ANALISIS PENANGGULANGAN BANJIR SUNGAI KANCI Andina Fuji Astuti; Hadi Sudarsono
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 7 No 3 (2018): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2018)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v7i3.3893

Abstract

ABSTRAKDengan sering terjadinya bencana banjir pada beberapa tahun terakhir ini, maka perlu adanya upaya berupa sistem pengendalian banjir untuk meminimalisir kejadian banjir yang berakibat kerugian materi serta merenggut korban jiwa dan merusak sarana prasarana yang sudah ada di sekitar DAS. Analisis yang dilakukan dalam skripsi ini dibatasi yaitu pada Sungai Kanci Desa Kanci Kecamatan Astanajapura.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan solusi dari bencana banjir yang terjadi di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data sekunder berupa peta DAS dan data curah hujan di beberapa stasiun curah hujan terdekat. Data tersebut untuk menentukan periode ulang curah hujan dan debit banjir sungai tersebut. Setelah itu dengan analisis kapasitas alur sungai dapat disimpulkan untuk sistem pengendalian banjir pada daerah tersebut.Dari hasil analisis diperoleh debit banjir puncak metode Weduwen Q2 adalah 429,287 m3/det, sedangkan kapasitas alur Sungai Kanci adalah 159,5 m3/det. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Sungai Kanci berpotensi banjir. Maka perlu dicari solusi untuk pengendalian banjir berupa tanggul setinggi 1 m.Kata kunci: Pengendalian Banjir, Sungai Kanci ABSTRACTWith the frequent occurrence of floods in recent years, it is necessary to make efforts in the form of flood control system to minimize the occurrence of floods that result in material losses and claimed casualties and damaged existing infrastructure facilities around the watershed. Analysis conducted in this thesis is limited to the Kanci River Kanci Village Astanajapura Subdistrict.The purpose of this research is to find solutions of the flood disaster that occurred in the area. This research is done by taking secondary data in the form of watershed maps and rainfall data at several rainfall stations nearby. The data is to determine the return period of rainfall and river flood discharge. After that, the analysis of river flow capacity can be concluded for the flood control system in the area.From the analysis result, the peak flood discharge of Weduwen Q2 method is 429,287 m3 / s, while the capacity of Kanci River flow is 159,5 m3 / s. From the results of the analysis can be concluded that the Kanci River has the potential to flood. So we need to find a solution for flood control in the form of embankment as high as 1 m.Keywords: Flood Contro, Kanci River