Lenny M. Lisal
Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Hasanuddin University, Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Relationship between Ferritin Levels and Uterine Inertia in Labor Women Astri Ayu Agus; Andi Mardiah Tahir; Nurbani Bangsawan; Maisuri T Chalid; Efendi Lukas; Lenny M. Lisal
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 2 Juli 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v6.n2.494

Abstract

Objective: To determine the relationship between ferritin levels and the incidence of uterine inertia in pregnant women. Method: This study uses a prospective cohort design. The study was conducted on all pregnant women aged 20-40 years who had antenatal care and be in labor at the Teaching Hospital in the Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Hasanuddin University. Data were analyzed with the chi-square test and the Mann-Whitney test. Results: Obtained 76 pregnant women where 44.7% of them had uterine inertia. The average ferritin level in the uterine inertia group was significantly lower (3.80 ± 2.84 ng/mL) than without the uterine inertia group (12.99 ± 11.40 ng/mL) with a value p<0.001. The average ferritin level in the mild anemia group was significantly higher (9.83 ± 10.35 ng/mL) than in the moderate anemia group (3.82 ± 2.51 ng/mL) with a p-value <0.05. Pregnant women with moderate anemia were found to be 4.68 more susceptible uterine inertia than pregnant women with mild anemia.Conclusion: There was a relationship between ferritin levels in pregnant women and the incidence of uterine inertia where low ferritin levels was risk factor of uterine inertia.Hubungan Kadar Feritin dengan Kejadian Inersia Uteri pada Ibu BersalinAbstrak Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kadar feritin dan kejadian inersia uteri pada ibu bersalin. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kohort prospektif. Penelitian dilakukan pada semua wanita hamil usia 20-40 tahun yang melakukan antebatal care dan persalinan di Rumah Sakit Pendidikan di bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Data dianalsiis dengan uji chi square dan uji Mann Whitney. Hasil: Diperoleh 76 ibu hamil, sebanyak 44,7% di antaranya mengalami inersia uteri. Rata-rata kadar feritin pada kelompok inersia uteri secara signifikan lebih rendah (3,80±2,84 ng/mL) dibandingkan rata-rata kadar feritin pada kelompok tidak inersia uteri (12,99±11,40 ng/mL) dengan nilai p<0,001. Rata-rata kadar feritin pada kelompok anemia ringan secara signifikan lebih tinggi (9,83±10,35 ng/mL) dibandingkan rata-rata kadar feritin pada kelompok anemia moderat (3,82±2,51 ng/mL)  dengan nilai p<0,05. Ibu hamil dengan anemia moderat mempunyai risiko mengalami inersia uteri sebanyak 4,68 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil dengan anemia ringan. Kesimpulan: Ada hubungan antara kadar feritin ibu hamil dan kejadian inersia uteri. Rendahnya kadar feritin menjadi salah satu penyebab kejadian inersia uteri.Kata kunci: Feritin, Ibu Bersalin, Inersia Uteri