Pembelajaran matematika di sekolah sering dianggap sulit oleh siswa karena cenderung formal dan teoritis. Untuk meningkatkan kenyamanan dan kesenangan siswa, perlu dirancang agar terdapat keterkaitan antara matematika di sekolah dan di luar sekolah. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pendekatan etnomatematika, khususnya melalui penerapan permainan tradisional seperti gedrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas matematika yang terdapat pada permainan tradisional gedrik dan unsur-unsur matematika yang muncul dalam permainan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi dengan pendekatan kualitatif, melibatkan anak-anak yang memahami permainan tradisional gedrik di Desa Jabon sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Pengecekan keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi, yaitu dengan membandingkan dan menyelaraskan data yang diperoleh dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas matematika seperti membilang, menentukan lokasi, mengukur, merancang, bermain, dan menjelaskan dalam permainan gedrik. Unsur-unsur matematika yang terdapat meliputi bangun dimensi tiga, bangun datar, luas bangun datar, kekongruenan, refleksi, hubungan antar garis, himpunan, permutasi, dan probabilitas. Integrasi permainan tradisional gedrik dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika dengan cara yang menyenangkan melalui permainan, dimana konsep-konsep matematika dapat ditemui pada alat, bidang, dan aturan dalam permainan tradisional gedrik