Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Relationship with Self-efficacy and Motivation Athletes Achievement in Football School (SSB) Posba Basongan Ficki Qoirul Idzam; Puspodari; Weda
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 1 No. 03 (2023): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2023/ns.v1i03.55

Abstract

Football is not only physical but also mental. Lack of mentality in young players will emerge with self-efficacy and good motivation to achieve an achievement. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and motivation on the achievements of Posba Bangsongan Kediri athletes. This study used a quantitative approach with a sample of 30 athletes using a total sampling technique. This data analysis technique uses a formula, namely product moment correlation. The results of the study show that 1) there is a positive and significant relationship between self-efficacy and athlete achievement. Evidenced by the sig (2-tailed) value of 0.019 > 0.05, which means that there is a relationship between self-efficacy and athlete achievement. 2) there is a positive and significant relationship between motivation and athlete achievement. It is proved that the sig (2-tailed) value is 0.13 > 0.05 which means there is a relationship between motivation and athlete achievement. 3) there is a positive and significant relationship between self-efficacy and motivation on athlete achievement. Evidenced by the value 1 seen from the correlation coefficient, the magnitude of the correlation coefficient with the basis that is if the value is close to 1 or -1 there is a relationship if it is close to 0 there is a weak relationship, meaning that self-efficacy and motivation with achievement have a very strong relationship
Pelatihan Instruktur Senam Aerobik Sebagai Alternatif peluang Bisnis di Kabupaten Trenggalek Tahun 2023 Puspodari; Wasis Himawanto; Atrup; Zidan Rizaki
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v1i2.441

Abstract

Senam aerobik merupakan aktivitas fisik yang populer dan diminati berbagai kalangan. Hal ini terbukti dari banyaknya sanggar-sanggar senam yang relative banyak pada masyarakat. Selain alasan kebugaran, senam aerobik menjadi olahraga pilihan masyarakat karena memiliki nilai kemudahan, keindahan, kemanfaatan, dan kemurahan. Senam aerobik sangat populer disemua kalangan khususnya kalangan wanita bahkan lansia. Untuk menguasai senam aerobic, seharusnya seseorang instruktur senam memiliki kemampuan fisik dan kemampuan dalam menguasai materi pendukung senam aerobik. Materi senam aerobik tersebut diantaranya materi tentang membuat koreografi yang sesuai dengan tujuan, menghitung tempo musik dan lain-lain. Selain itu seorang instruktur senam aerobik seharusnya mampu membaca situasi dan mampu memberikan materi sesuai dengan kebutuhan member/anggotanya. Pengguna jasa instruktur aerobik adalah pengguna bisnis usaha, penggunaan jasa senam aerobik berdasarkan  kepercayaan dari mulut kemulut. Oleh karena itu seorang instruktur  harus memperhatikan bagaimana berperilaku, berkomunikasi, dapat menjaga hubungan baik antara lain dengan sesama instruktur dan juga dengan membernya. Intrukstur senam merupakan salah satu bentuk softskill masyarakat yang dapat menjadi peluang bisnis elit bagi pelakunya.  Berkaitan dengan banyaknya potensi instruktur senam aerobik di Trenggalek terbukti dari banyaknya keterlibatan member-member senam di sanggar senam maka tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan “Pelatihan Instruktur Senam Aerobik Sebagai Alternatif Peluang Bisnis Di Kabupaten trenggalek Tahun 2023”.  Kegiatan ini dapat memberikan kontribusi penting bagi peminat senam aerobik, karena dapam memberikan kemampuan kerja yang baik, kemampuan berkomunikasi, interasi dan kemampuan dalam menarik konsumen. Antusias peserta dalam kegiatan ini juga terlihat sangat baik dapat dilihat dari keaktifan peserta saat kegiatan berlangsung.
Assistance for the Introduction of Aquatic Sports through Swimkids in Early Childhood Puspodari; Septyaning Lusianti; M. Anis Zawawi; Mokhammad Firdaus; Rendhitya Prima Putra; Nur Ahmad Muharram; Reo Prasetiyo Herpandika; Wing Prasetya Kurniawan; Irwan Setiawan; Rizal Agus Sebastian
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i2.2865

Abstract

Water activities (special swimming for those who are proficient) have many benefits. Can be compared, children learn to walk on the floor with children learning to swim directly. The different is that one is on the floor and theother is in the water. Children who learn to walk on the floor only a few motor muscles that move. While swimming all the motor muscles move. This means that children who learn to swim from a young age certainly have better motor skill. Physical improvent is more advanced in children who do not swim. Apart from being physical, swimming also stimulates more sctivr hormone, such as the hormone adrenaline. So that the end result, the level the end result, the level of intelligence can also be high. In development countries preschool aquatic sports progrsm are more focused. Introducing motormodeic aspect for basic swimming skills. Children are not taught to survive indepentently in the water and enjoy the activites they do. Swimming skil can be acquired more readily at the age of 5 years. Although some children younger that 4 years require longer introduction to learn swimming skill. Physically the child will succed in doing swimming movements after the muscle fibers and nerves are mature. The purpose of this community service activity is to share experiences in water activities for children from an early age, that is, between the ages of 1 – 4 years it will be better for children to learn quickly, and avoid the possibility of having an accident drowning in a pool. Through mentoring activities for the introduction of aquatic sports through swimkids in early childhood at the Sumber Alam Dawung Kediri swimming pool, it is hoped that it will be able to improve the quality of physical and mental health of young children, especially in the Kediri environmen
Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan Koordinasi Mata-Tangan dengan Ketepatan Servis Atas pada Atlet Putra dan Putri Klub Bola Voli Jaladewa Tanjunganom Nganjuk Nurhaji; Irwan Setiawan; Puspodari
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 02 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i02.2026_P100-108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kekuatan otot lengan dan koordinasi mata-tangan terhadap ketepatan servis atas pada atlet Klub Bola Voli Jaladewa Tanjunganom Nganjuk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 atlet yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui Push-Up Test untuk mengukur kekuatan otot lengan, Wall Toss Test untuk mengukur koordinasi mata-tangan, dan AAHPERD Volleyball Serve Test untuk mengukur ketepatan servis atas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi Product Moment Pearson, dan korelasi ganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan memiliki hubungan positif terhadap ketepatan servis atas dengan kontribusi sebesar 20,5%, sedangkan koordinasi mata-tangan memiliki kontribusi sebesar 29,7%. Analisis korelasi menunjukkan bahwa kedua variabel tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik terhadap ketepatan servis atas. Secara simultan, kekuatan otot lengan dan koordinasi mata-tangan memberikan kontribusi sebesar 7% terhadap ketepatan servis atas, sedangkan 93% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, koordinasi mata-tangan dan kekuatan otot lengan tetap berperan dalam mendukung ketepatan servis atas, meskipun bukan merupakan faktor dominan yang menentukan keberhasilannya.
Motivasi Mahasiswa Penjaskesrek UNP Kediri dalam Kegiatan Mendaki Gunung Dian Indah Nur Soffi; Puspodari; Dhedhy Yuliawan
JSH: Journal of Sport and Health Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/e5q3ff42

Abstract

Mountain hiking is one of the most popular forms of outdoor recreational sports among university students, particularly those enrolled in the Physical Education, Health, and Recreation Study Program. This activity provides not only physical benefits but also psychological, social, and personal development benefits. This study aimed to explore the motivations of students in the Physical Education, Health, and Recreation Study Program at Universitas Nusantara PGRI Kediri to participate in mountain hiking activities. This research employed a qualitative approach with a phenomenological design. Seven students who had participated in mountain hiking more than once were selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews conducted between March and June 2026, supplemented by documentation. Data trustworthiness was ensured through source triangulation and member checking. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive analysis model. The findings revealed that students' motivations were both extrinsic and intrinsic. Extrinsic motivation included influences from friends, social media, and social relationships. In contrast, intrinsic motivation encompasses a love of nature, personal satisfaction, psychological benefits, physical health benefits, and challenges for personal growth. The findings indicate that intrinsic motivation is the primary factor sustaining students' participation in mountain hiking activities. entitled to continue engaging in mountain climbing activities.  
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dengan Metode Puzzle Jigsaw Dalam Pembelajaran Aktivitas Fisik dan Pola Makan Sehat Di Kelas 3 SD Negeri Ngronggo 5 Aqil Abdau; Puspodari; Anggi Kurniasari
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), khususnya materi aktivitas fisik dan memilih makanan bergizi yang dilaksanakan di dalam kelas, melalui penerapan metode Puzzle Jigsaw. Permasalahan rendahnya motivasi belajar disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang inovatif dan bervariatif. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas III sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket motivasi belajar siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Puzzle Jigsaw efektif meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata motivasi belajar mencapai 73,31%, dan meningkat menjadi 80,21% pada siklus II. Peningkatan ini terlihat dari partisipasi aktif siswa dalam diskusi, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat. Kesimpulannya, metode Puzzle Jigsaw dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Guru disarankan untuk terus mengembangkan metode pembelajaran inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK
Survei Indeks Massa Tubuh (Imt) Dan Anthropomethry Pada Siswa Kelas 1-6 Di Sdn Srikaton Kecamatan Papar Kabupaten Kediri Ricky saputra; Irwan Setiawan; Puspodari; Teguh Budi Susilo
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran antropometri pada siswa kelas 1 hingga 6 di SDN Srikaton, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah IMT, yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan siswa. Variabel dependen (Y) adalah status gizi, yang dinilai melalui pengukuran ketebalan lipatan kulit menggunakan alat Skinfold Caliper. Metode penelitian ini melibatkan pengukuran tinggi dan berat badan untuk menghitung IMT, serta pengukuran ketebalan lipatan kulit di beberapa titik tubuh untuk menilai komposisi lemak tubuh. Sebagai alat untuk mengukur status gizi, IMT memiliki kelebihan dalam hal kemudahan dan kecepatan pengukuran. Namun, IMT tidak dapat membedakan antara massa otot dan lemak tubuh, sehingga tidak selalu mencerminkan komposisi tubuh secara akurat. Sebaliknya, pengukuran ketebalan lipatan kulit menggunakan Skinfold Caliper dapat memberikan perkiraan persentase lemak tubuh yang lebih akurat, meskipun memerlukan keterampilan teknis dan konsistensi dalam pengukuran. Kombinasi kedua metode ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai status gizi dan komposisi tubuh siswa.dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai status gizi siswa di SDN Srikaton dan menjadi dasar untuk intervensi yang lebih tepat dalam upaya meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dribble Permainan Bola Basket Melalui Penerapan Pembelajaran Dengan Metode Tarl Kelas X P3 Sma Negeri 1 Pare Resa Suli Febrian; M. Yanuar Rizky; Puspodari; Rina Dwi Rahmawati
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkatan Hasil Belajar Dribble Permainan Bola Basket melalui Penerapan Pembelajaran dengan Metode TaRL pada Kelas X P3 SMA Negeri 1 Pare. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa atau seluruh siswa kelas X P3 SMA Negeri 1 Pare. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, penilaian tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan mengolah hasil observasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perubahan yang berdampak positif pada kemampuan belajar siswa di pembelajaran siklus 2. Metode pembelajaran TaRL yang diterapkan di pembelajaran siklus 2 dapat menentukan hasil belajar siswa dan meningkatkan kemampuan belajar teknik dribble permainan bola basket
Gambaran Kondisi Mental Atlet pada Kejuaraan Petanque Pelajar se-Jawa Timur di Kota Kediri Tahun 2025 Vanji Eko Prasetyo; Puspodari; Abdian Asgi Sukmana; Rizki Burstiando
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 01 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i01.2025_P22-34

Abstract

Olahraga petanque menuntut konsentrasi dan kestabilan psikologis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi mental atlet pelajar pada Kejuaraan Petanque Se-Jawa Timur 2025. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan survei. Penelitian ini melibatkan 68 atlet sebagai subjek yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah teruji reliabilitasnya (alpha = 0,872), mencakup dimensi psikologis berupa motivasi, kepercayaan diri, konsentrasi, kecemasan, serta regulasi emosi. Hasil menunjukkan kondisi mental atlet mayoritas berada pada kategori sedang (60,3%), diikuti kategori tinggi (20,6%), dan rendah (19,1%). Pada kategori tinggi, atlet mampu menunjukkan peak performance melalui konsentrasi tajam dan motivasi stabil. Kategori sedang menunjukkan kesiapan mental yang cukup, namun masih fluktuatif pada kontrol emosi. Sementara kategori rendah didominasi oleh hambatan kecemasan tinggi dan kurangnya kepercayaan diri yang memecah fokus. Analisis per aspek menunjukkan konsentrasi sebagai kekuatan utama (mean=27,81) dan kecemasan sebagai nilai terendah (mean=18,03). Disimpulkan bahwa kesiapan mental atlet pelajar belum optimal, sehingga disarankan penerapan program mental training yang terstruktur guna meningkatkan performa psikologis atlet di masa depan
Perbandingan Tingkat Keterampilan Dasar (Dribbling, Passing, Shooting) Tim Bola Basket pada Siswa SMP Kristen Petra Kediri dan SMP Katolik Santa Maria Kediri Candra Adi Wiguna; Puspodari; Septyaning Lusianti
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 01 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i01.2026_P61-70

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan prestasi tim bola basket antara SMP Kristen Petra Kediri dan SMP Katolik Santa Maria Kediri, yang sama-sama aktif mengikuti berbagai kejuaraan bola basket pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat keterampilan dasar bola basket antara tim bola basket siswa SMP Kristen Petra Kediri dan SMP Katolik Santa Maria Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Subjek penelitian adalah siswa putra yang tergabung dalam tim inti ekstrakurikuler bola basket yaitu masing-masing sekolah berjumlah 12 siswa. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan dasar bola basket yang meliputi tes passing, dribbling, dan shooting. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan dasar bola basket siswa SMP Kristen Petra Kediri dan SMP Katolik Santa Maria Kediri berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil uji t tidak berpasangan diperoleh nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,736 > 0,05 yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat keterampilan dasar dribbling, passing, dan shooting antara tim bola basket siswa SMP Kristen Petra Kediri dan SMP Katolik Santa Maria Kediri.