Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kontekstual Terhadap Ahl al Kitab Lailatul Rif’ah
Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Vol. 5 No. 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v5i1.2119

Abstract

Yahudi dan Nasrani disebut sebagai Ahl kitab adalah karena Allah telah menggutus Nabi-nabi ditengah-tengah mereka dan membawa kitab masing-masing. Kitab Taurah kapada nabi Musa As yang kemudian isinya dirubah. Umat tersebut disebut yahudi dan kitab Injil kepada nabi Isa As. Yang kemudian pengikutnya disebut sebagai nasrani. Mereka disebut ahl kitab karena pada dasarnya kitab yang diturunkan adalah murni dari Allah. berbeda dengan agama yang dibuat berdasarkan kepercayaan yang dikolaborasi oleh budaya, adat istiadat tatakrama dan filosofi sebuah masyarakat. Dalam hal ini penulis berpedoman pada kitab Mu’jam Mufahras li Alfādẓ Al-Qur’ān Al-Karīm dan Mu’jam Al-Mauḍūi li Ᾱyat Al-Qur’ᾱn Al-Karῑm. Dari kitab Mu’jam Mufahras li Alfādẓ Al-Qur’ān Al karim. Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mempelajari literatur seperti kitab kuning atau buku-buku serta karya-karya ilmiah yang menuju pada keterangan yang dibahas sebagai sumber data. Adapun teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif adalah metode yang mana memaparkan data dan memberikan penjelasan secara mendalam mengenai sebuah data. Metode ini untuk menyelidiki dengan menuturkan data, kemudahan menjelaskan data tersebut. Hasil dari penelitian imi ditemukan bahwa Al quran, didalamnya menyebutkan sekitar 30 ayat yang berada dalam 9 surat mengenai lafaẓ yang berhubungan dengan Ahl al Kitab. Sebagian golongan ahl al kitab akan masuk surga karena di dalam hati mereka ada keimaman kepada Tuhan yang Esa. Pada surat al Mᾱidah ayat 66 dan 68 juga berisi tentang pujian kepada ahl al kitab. Dalam surat al Bayyinah ayat 6 juga menjelaskan tentang orang musyrik dan orang kafir dari golongan ahl kitab akan masuk surga karena mereka menemukan bukti kebenaran tuhan sehingga hati mereka condong pada agama Islam
Rumah Ideal Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik) Lailatul Rif’ah; Yulistiani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v1i4.480

Abstract

This research will reveal what are the criteria for an ideal home in the Al-Qur'an. To make it easier to explain understanding and what are the criteria for an ideal home in the Qur'an, use Abdul Hay Al-Farmawi's perspective thematic interpretation approach, namely a thematic analysis method that reviews a detailed theme like the Maudhu'i method and leaves the theme alone. is reviewed in detail based on information from the verses of the Koran. By using Abdul Hay Al-Farmawi's thematic perspective approach, it is hoped that we can find out what the criteria for an ideal house are in the Al-Qur'an. considering that the role of the house is very important for human survival, especially Muslim families. In the Qur'an the terms al-Bayt are mentioned 51 times, al-Dar 52 times, al-maskan 67 times, al-manzil 20 times, al-Ma'wa 22 times, al-Mustaqarrun 20 times. 38 times. The criteria for an ideal house are: a house that is clean and can be used for worship, a house that is safe and provides peace, a house that has plants in the yard, and a house that provides a sense of comfort by channeling love towards each other.