Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prevalence Prevalence of Nematodiasis and Distribution of Origin of Beef Cattle for Sale at the Saturday Animal Market in Tamanan District, Bondowoso Regency Zainur Rozikin
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 4 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v4i1.2806

Abstract

Permintaan daging sapi terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, infeksi nematoda masih menjadi salah satu kendala produktivitas sapi potong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi nematoda endoparasit dan distribusi asal sapi yang dijual di pasar hewan Sabtu di Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sebanyak 29 sampel feses diambil secara rektal dari sapi yang dijual pada tanggal 30 November 2019. Data individu ternak dan pedagang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara wawancara meliputi usia ternak, jenis kelamin, bangsa ternak, asal sapi, tingkat pendidikan pedagang, dan status pengobatan cacing. Prevalensi dihitung dengan interval kepercayaan 95%. Distribusi desa-desa asli sapi ditampilkan pada peta, dianalisis menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.6. Hubungan antara karakteristik ternak atau pedagang dan kejadian nematodiasis dianalisis menggunakan Chi-square dengan batas kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi nematodiasis pada sapi adalah 65,5% (CI: 48,2-82,8%). Sapi yang diperiksa berasal dari 16 desa di seluruh Kabupaten Bondowoso (n = 12), Kabupaten Situbondo (n = 1) dan Kabupaten Jember (n = 3). Sapi yang terinfeksi nematoda berasal dari 75% (CI: 54-96%) desa asal sapi. Prevalensi infeksi dengan Strongyle, Strongyloides sp. dan Toxocara sp. pada sapi masing-masing 58,6%, 13,8% dan 10,3%. Baik individu ternak atau karakteristik pedagang yang diteliti tidak berhubungan dengan kejadian nematodiasis pada sapi yang diperiksa. Studi ini menunjukkan bahwa prevalensi nematodiasis sapi di daerah penelitian baik pada sapi secara individual maupun di tingkat desa relatif tinggi