Varinia Pura Damaiyantai
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Budaya Surung Sintak Sebagai Representasi Ketidakadilan Gender Dalam Keluarga Muhammad Maulidi Putra; Varinia Pura Damaiyantai
Huma: Jurnal Sosiologi Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/h-js.v2i1.40

Abstract

Berkaitan dengan persoalan budaya surung sintak sejalan dengan berkembangnya kebiasaan perilaku masyarakat dalam bersosial yang sering kali kebablasan dari tujuan sebenarnya, berakibat pada identifikasi semua pekerjaan domestik rumah tangga menjadi tanggung jawab kaum perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana representasi budaya surung sintak dalam keluarga pada masyarakat Desa Sungai Dua Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Feminis. Informan penelitian dipilih dengan teknik pusposive sampling yang menghasilkan 10 informan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu data reduction, display data, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk representasi budaya yang dikenal dengan surung sintak dalam keluarga di Desa Sungai Dua dicirikan oleh informan sebagai perlakuan laki-laki terhadap perempuan menikah yang menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah daripada laki-laki. Sebagian masyarakat meyakini bahwa ternyata budaya surung sintak ini dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam rumah tangga karena tanggung jawab istri untuk melayani suaminya di rumah, serta tanggung jawab suami untuk menafkahi istri baik lahir maupun batin. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu representasi budaya surung sintak dalam keluarga di Desa Sungai Dua digambarkan sebagai bentuk perlakuan laki-laki kepada perempuan yang merupakan suami dan istri dengan memposisikan perempuan dengan kedudukan yang lebih rendah daripada laki-laki yang dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan perempuan.