Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Budaya Literasi pada Anak-Anak di Daerah Terpencil Menggunakan Metode Service Learning Anggit Pangestu; Yopi Malagola; Savira Rahmasari; Hilya Puspita; Virgiandini Astary; Siti Aisyah; Siti Latifah
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lok seva.v1i1.6449

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di Indonesia salah satunya disebabkan oleh kurangnya perhatian yang serius oleh pemerintah terhadap kebudayaan literasi pada anak-anak khususnya di daerah-daerah terpencil. selain itu, pentingnya penerapan budaya literasi yang belum banyak disadari oleh masyarakat terutama di daerah pedesaan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode Service Learning (SL). Metode Service Learning (SL) dilakukan dengan 6 tahapan yaitu 1) membentuk sebuah tim mahasiswa, 2) tahap investigasi 3) tahap persiapan 4) tahap tindakan 5) tahap refleksi 6) tahap demontrasi . Subjek dalam pengabdian ini adalah anak-anak di desa samberembe yang berjumlah 25 anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk memperluas budaya literasi dan sastra anak dalam meningkatkan pemahaman critical thinking, collaboration, communication, creativity (4C). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak di desa masih terbatas pengetahuan mengenai budaya literasi dan sastra. Sehingga kegiatan pengabdian bermanfaat bagi pemahaman anak.
Analisis Kebutuhan Awal untuk Pengembangan Buku Ajar Berbasis Budaya Kalimantan Barat Untuk Meningkatkan Literasi Kimia dan Kesadaran Budaya Siti Aisyah; Baiq Miftah Azumi; Siti Nurul Yaqutu Burhani; Mifta Hurrahman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11101

Abstract

The limited implementation of chemical literacy and culture-based learning in schools has hindered the development of students’ critical thinking and cultural appreciation. This study aims to identify the initial needs for developing a culture-based electronic chemistry textbook grounded in the local traditions of West Kalimantan. A descriptive quantitative method was employed, involving 11 chemistry teachers from schools implementing the Merdeka Curriculum. Data were collected through questionnaires and supported by an extensive literature review. The questionnaire data were analyzed using descriptive statistics, while literature was analyzed qualitatively. The results showed that 54.54% of teachers had not implemented chemical literacy-based learning, and 90.90% had never applied culture-based approaches. Most teachers used government-issued textbooks and encountered challenges in integrating chemistry content with local culture due to limited references. Student characteristics also indicated a need for interactive and contextual teaching materials that align with diverse learning styles and cognitive development stages. In addition, the cultural analysis revealed that thermochemistry concepts can be meaningfully linked to local practices in West Kalimantan. Therefore, the development of a culture-based electronic chemistry textbook is essential to enhance students’ chemical literacy and cultural awareness through relevant, contextual, and meaningful learning experiences