Razak Achmad Hamzah
Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB JL. Agatis Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMPELAJARI FISIOLOGI PENCEMARAN LINGKUNGAN DENGAN TEHNIK RADIOISOTOP (Study in the Physiology of Environment Pollution Using Radiotracer Method) Razak Achmad Hamzah
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 3 (2011): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18438

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Perbedaan kemampuan daya serap tumbuhan air Hydrilla verticillata, Enceng gondok (Eichhomia crassipes) dan Kangkung terhadap residu Malathion, menggunakan akuarium (diisi dengan air + Hydrilla Verticillata + Enceng Gondok + Kangkung + Malathion radioisotope 14C). 2. Perbandingan kadar malathion dalam jaringan ikan yang mendapat makanan Hydrilla verticilata dengan yang mendapat makanan kangkung, menggunakan: (akuarium pertama diisi air + Hydrilla Vericillata + ikan mas + Malathion radioisotope 14C; akuarium ke dua diisi air + kangkung + ikan mas + malathion radiisotop 14C). 3. Perbandingan ukuran penyerapan pada jaringan mammalia (tikus) yang diberi makan jaringan ikan mas dengan yang diberi makan tumbuhan air (kangkung) yang terkontaminasi. Jaringan ikan mas dan kangkung dilakukan pengabuan basah, lalu diberikan masing-masing kepada 30 ekor tikus. Kadar Malathion dari semua percobaan satu, dua dan tiga, diketahui dengan menggunakan alat pencacah Sintilator cair (Liquid Scintillation Spectrometer, LSC- 753 (ALOKA)”. Hasil yang didapat dibandingkan dengan menggunakan uji-t Student. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: 1. Hydrilla Verticillata lebih efisien dari pada Enceng Gondok dan Kangkung dalam menyerap residu insektisida malathion dalam air. 2. Ikan yang diberi makan Hydrilla verticillata mengkonsentrasikan malathion lebih tinggi dari pada ikan yang diberi makan kangkung. 3. Mammalia (tikus) yang mengkonsumsi daging ikan yang terkontaminasi akan mengkonsentrasikan malathion dalam tubuhnya lebih banyak dari pada tikus yang memakan sayuran (kangkung yang terkontaminasi).ABSTRACTThe aim of this study is to determine: 1.The comparison of absorption by aquatic plants Hydrilla verticillata, water hyacinth and water spinach of Malathion insecticide residues in water, (aquarium filled with water + Hydrilla verticillata + water hyacinth + water spinach + 20 mci 14C malathion radioisotope); 2. Comparison of malathion concentration  in tissues of fish fed with contaminated water plants (Hydrilla verticillata) with tissues of fish fed with Water spinach  (the first aquarium filled with water + Hydrilla verticillata + 30 tails of goldfish + radioisotope 14C Malathion ; second aquarium filled with water + Water spinach + 30 tails of goldfish + 14C malathion radioisotope).  3. Comparison of malathion absorption size in tissues of   rats  fed with contaminated water plants (Water spinach)  with in tissues of   rats  fed with  tissues of fish. (Part of contaminated fish tissues and Water spinach were  pseudo wet ashing for  4 hours and then given to 30 mice respective). Malathion levels were then analyzed by using Liquid Scintillation Counter (Liquid scintillation Spectrometer, LSC-753 (Aloka). The result of all treatments was compared using the Student t-test. The results showed that: 1. Hydrilla verticillata was more efficient compared to the Water hyacinth and Water spinach in absorbing the insecticide malathion residues in water.  2.Malathion concentration in the tissues of fish fed Hydrilla verticillata was higher than the tissue of fish fed Water spinach.  3.Mammals (mice) who consumed contaminated meat will have concentrate Malathion in their bodies more than the rats that ate vegetables (water spinach contaminated)