Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG, PROVINSI SULAWESI SELATAN (Socio-Economic Analysis of Community Around Bantimurung Bulusaraung National Park, South Sulawesi Province) Abd. W. Kadir; San Afri Awang; Ris Hadi Purwanto; Erny Poedjirahajoe
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18446

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan pengelolaan Taman Nasional tidak terlepas dari sikap dan dukungan masyarakat. Pemahaman problem sosial ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional sangat diperlukan sebagai salah satu pertimbangan dalam mengelola Taman Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penjelasan mengenai problem sosial ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan Taman Nasional dan kontribusi pendapatan dari tamanan kemiri terhadap total pendapatan petani. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Maros pada Kawasan TN Babul, Propinsi Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey dengan mewawancarai 180 responden yang dipilih secara acak. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan problem sosial ekonomi masyarakar sekitar TN Babul adalah rendahnya tingkat pendidikan, tingginya jumlah tanggungan keluarga, keterlibatan masyarakat dalam kelompok masih rendah, proses capacity building berjalan lambat, dan rendahnya pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Rata-rata total pendapatan masyarakat sekitar TN Babul sebesar Rp. 3.836.367,-/tahun dan sebanyak 65% masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan. Rata-rata tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan TN Babul sebesar 37,97%, sementara kontribusi pendapatan dari tanaman kemiri terhadap total pendapatan masyarakat rata-rata sebesar 19,05%. Diperlukan peningkatan kegiatan pendampingan, penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pola pikir, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat sehingga kapasitasnya meningkat dan dapat mengurangi ketergantungannya terhadap kawasan TN Babul. Pengelola TN Babul perlu menjalin komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat serta merumuskan model pengelolaan TN Babul yang efektif dan efisien.ABSTRACTThe success of the National Park management is inseparable from the attitude and support of the community. Understanding socio-economic problems of communities around the Park is required as one of the considerations in managing the Park. This study aims to obtain an explanation of the socio-economic problems of communities around Bantimurung Bulusaraung National Park (Babul National Park), the level of community dependence on National Park and contribution from candlenut (Alleurites moluccana) to total incomes of farmer. The experiment was conducted in Maros Regency in Babul National Park, South Sulawesi Province. The site was selected purposively. Data collected by survey techniques by interviewing 180 respondents who were randomly selected. Data were analyzed with descriptive qualitative and quantitative. The results showed socio-economic problems of communities around Babul park is the low level of education, the high number of family, community involvement in the group is still low, the capacity building process runs slow, and low income in fulfilling her needs. Average total income of the people around Babul parks Rp. 3,836,367,-/year and as many as 65% of people live below the poverty line. The average level of community dependence on Babul parks area of 37.97%, while revenue contribution from candlenut (Alleurites moluccana) to total incomes by an average of 19.05%. Required increase in assistance activities, counseling and training to enhance the mindset, knowledge, and skills of communities so that the capacity increase and to reduce dependence on Babul parks area. For that managers Babul parks need to establish communication, coordination and cooperation with various parties in order to improve the capacity of communities and to formulate management Babul parks effective and efficient.
ANALISIS STAKEHOLDER PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG, PROPVINSI SULAWESI SELATAN (Stakeholder Analysis of Bantimurung Bulusaraung National Park Management, South Sulawesi Province) Abd. W Kadir; San Afri Awang; Ris Hadi Purwanto; Erny Poedjirahajoe
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18470

Abstract

ABSTRAKPara pihak (stakeholder) yang terkait dalam pengelolaan TN Babul memiliki kepentingan dan pengaruh yang beragam sehingga harus dapat dikelola dengan baik dalam mencapai tujuan pengelolaan TN Babul. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stakeholder dalam pengelolaan TN Babul, mendapatkan penjelasan tentang kepentingan dan pengaruh setiap stakeholder dalam pengelolaan TN Babul, serta peran stakeholder dalam mengakomodir kepentingan masyarakat sekitar TN Babul. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Maros pada Kawasan TN Babul, Propinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada sejumlah informan kunci. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis stakeholder menunjukkan bahwa stakeholder primer dalam pengelolaan TN Babul terdiri dari Balai TN Babul, Masyarakat sekitar TN Babul, PDAM Maros, Disparbud Maros, Lembaga Pengelola Air Desa. Sedangkan stakeholder sekunder terdiri dari Dishutbun Maros, Dinas Pertanian Maros, Pemerintah desa dan kecamatan, BP2KP Maros, BPN Maros, PNPM Mandiri, LSM, dan Perguruan Tinggi dan lembaga penelitian. Keberadaan stakeholder tersebut dapat memberikan pengaruh positif dan negatif terhadap kawasan TN Babul. Peran yang dapat dilakukan oleh stakeholder dalam mengakomodir kepentingan masyarakat dapat berupa fungsi kontrol, bantuan fisik, bantuan teknis, dan dukungan penelitian. Pengelolaan kolaborasi dapat menjadi alternatif model pengelolaan TN Babul dalam mengakomodir kepentingan stakeholder yang beragam. ABSTRACTStakeholders involved in management of the Babul National Park have diverse interest and power that must be managed well in achieving Babul National Park management objectives. This study aims to identify the stakeholders in Babul National Park management, an explanation of the intersest and power of each stakeholder, and the role of stakeholders in accommodating the interests of communities around Babul National Park. The research was conducted in Maros Regency in Babul National Park, South Sulawesi Province. Data collected through observation and interviews to a number key informants. Data were analyzed with qualitative descriptive analysis. The results showed that primary stakeholders in the Babul National Park management consist of Babul National Park Agency, Communities around National Park, PDAM Maros, Tourism Office, water management institutions in the village. While the secondary stakeholders consist of the Forestry and Plantation Office, Agriculture Office, village and district government, Information and Food Security Agency, the National Land Agency, PNPM Mandiri, local NGOs, universities and research institutions. The existence of these stakeholders can provide positive and negative effects of Babul National Park. The role that can be done of stakeholders in accommodating the interests of society can be a control function, physical assistance, technical assistance, and research support. Collaborative management can be an alternative management model in accommodating the diverse interests of stakeholders.