Akhmad Naparin
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat, Jalan Hasan Basry, Kayutangi, Banjarmasin 70123

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ALAT TANGKAP BURUNG YANG DIGUNAKAN PENDUDUK DI RAWA KECAMATAN DANAU PANGGANG, KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (Bird Capture Devices Used by Community at Swamp of Danau Panggang District, Hulu Sungai Utara Regency) Noraini Noraini; Mochamad Arief Soendjoto; Akhmad Naparin
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 3 (2013): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18491

Abstract

ABSTRAKBeragam alat digunakan untuk menangkap burung air yang berpotensi ekonomi bagi sebagian penduduk Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan alat tangkap burung, mengidentifikasi spesies burung tertangkap, dan menentukan keramahlingkunganan alat tangkap. Data dikumpulkan dari survei lapangan dan wawancara kepada informan. Enam puluhlimaorang penangkap burung dari empat desa terpilih dijadikan informan. Sembilan alat tangkap digunakan untuk menangkap burung. Dua puluh dua spesies burung target dan nontarget tertangkap dalam kondisi fisik yang tidak selalu normal dan tidak terseleksi menurut kelas umur dan jenis kelamin. Semua alat tangkap tidak ramah lingkungan. ABSTRACTVarious devices are used to capture waterbirds which are economically potensial for some people of Danau Panggang District, Hulu Sungai Utara Regency. The objectives of the research were to describe the capture devices, to identify the captured bird species, and to determine the environmentally friendliness of those devices. Data were collected from the field survey and through interviewing the informants. Sixty five bird capturers of four selected villages were informants. There were nine capture devices. Twenty two target and nontarget bird species were captured in physical condition which was not always normal and were not selected based on to age classes and sexes. The devices were not environmentally friendly.