Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menghadapi tantangan dalam penyesuaian strategi pembelajaran yang efektif dan kesiapan guru dalam menerapkan konsep baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka di kelas IV SDN Ngingas Waru. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi, proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan pembentukan komunitas belajar berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun masih terdapat hambatan seperti keterbatasan pemahaman guru dan infrastruktur pendukung. Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan wawasan baru mengenai peran guru sebagai agen perubahan dalam implementasi kurikulum berbasis karakter di tingkat sekolah dasar. The implementation of the Independent Curriculum in elementary schools faces challenges in adjusting effective learning strategies and teacher readiness in implementing new concepts. This study aims to analyze the strategies used and identify challenges in the implementation of the Independent Curriculum in grade IV of SDN Ngingas Waru. Using a qualitative approach with a descriptive method, this study collected data through interviews, observations, and analysis of related documents. The results of the study indicate that differentiated learning strategies, the Pancasila Student Profile Strengthening (P5) project, and the formation of learning communities contribute to improving the quality of education, although there are still obstacles such as limited teacher understanding and supporting infrastructure. The main contribution of this study is to provide new insights into the role of teachers as agents of change in the implementation of character-based curriculum at the elementary school level.