Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Pemanfaatan Sampah Organik untuk Perkembangbiakan Maggot di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Trosobo Roy Zulfan Abdirahman; Nurul Aini; Abdul Ghofur; Widya Dini Wulandari; Fitri Khofita Lestari; Dayinta Tias Putri
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 1 No. 1 (2023): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncer.v1i1.755

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia. Ada puluhan ton sampah di kota-kota besar di Indonesia yang menumpuk dan membuat penduduk disekitarnya sangat terganggu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat desa Trosobo dalam pemanfaatan sampah organik untuk perkembangbiakan maggot di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Pengabdian masyarakat dilaksanakan secara bertahap melalui metode kualitatif. Mitra pengabdian masyarakat adalah desa Trosobo di Sidoarjo. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat yang diperoleh adalah adanya pemahaman terkait sampah organik untuk perkembangbiakan maggot. Melalui pengabdian masyarakat ini, masyarakat setempat lebih peduli untuk membuang sampah rumah tangga sesuai dengan jenis sampahnya baik itu organik maupun anorganik, agar petugas di TPST dapat dengan mudah melakukan pengelolaan sampah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan yakni 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Garbage is a problem faced by almost all countries in the world. This has always been a hot topic of discussion in developing and developed countries. Big cities in Indonesia produce tens of tons of waste every day. Tens of tons of garbage piled up to make residents around it very disturbed. This community service aims to educate the Trosobo village community on the use of organic waste for maggot breeding in the Integrated Waste Processing Site (TPST). Community service is carried out in stages through qualitative methods. The community service partner is Trosobo village in Sidoarjo. The results of Community Service obtained are an understanding of organic waste for maggot breeding. Through this community service, the local community is more concerned about disposing of household waste according to the type of waste, both organic and inorganic, so that officers at TPST can easily manage waste by the established procedures, namely 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Strategi dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Fokus pada Kelas IV SDN Ngingas Waru Abdul Ghofur
Merdeka Belajar Kampus Merdeka Vol 1 No 2 (2024): Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/qc2yr239

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menghadapi tantangan dalam penyesuaian strategi pembelajaran yang efektif dan kesiapan guru dalam menerapkan konsep baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka di kelas IV SDN Ngingas Waru. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi, proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan pembentukan komunitas belajar berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun masih terdapat hambatan seperti keterbatasan pemahaman guru dan infrastruktur pendukung. Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan wawasan baru mengenai peran guru sebagai agen perubahan dalam implementasi kurikulum berbasis karakter di tingkat sekolah dasar.  The implementation of the Independent Curriculum in elementary schools faces challenges in adjusting effective learning strategies and teacher readiness in implementing new concepts. This study aims to analyze the strategies used and identify challenges in the implementation of the Independent Curriculum in grade IV of SDN Ngingas Waru. Using a qualitative approach with a descriptive method, this study collected data through interviews, observations, and analysis of related documents. The results of the study indicate that differentiated learning strategies, the Pancasila Student Profile Strengthening (P5) project, and the formation of learning communities contribute to improving the quality of education, although there are still obstacles such as limited teacher understanding and supporting infrastructure. The main contribution of this study is to provide new insights into the role of teachers as agents of change in the implementation of character-based curriculum at the elementary school level.