Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT BERBASIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA EVALUASI DAMPAK KEBIJAKAN TERHADAP BAHAYA DAN RISIKO (Implementation of Hospital Liquid Waste Policy Based on Health and Safety Work: Evaluation of Policy Effect) Benyamin Sugeha
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 16, No 1 (2009): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18693

Abstract

ABSTRAK Kebijakan internalisasi limbah cair rumah sakit yang diimplementasikan dengan teknologi end-of-pipe dalam bentuk Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di rumah sakit telah memunculkan empirical evidence berupa komplain dari tetangga di sekitar rumah sakit. Adanya paradox internalisasi ini menjadikan kebijakan IPAL rumah sakit menarik untuk diteliti dengan mempertanyakan: bagaimana hasil evaluasi dampak kebijakan ini menyangkut bahaya dan risiko bagi civitas hospitalia. Penelitian kualitaif dengan substansi implementasi kebijakan lingkungan hidup ini merupakan penelitian deskriptif-analitik dalam bingkai analisis kebijakan, dan dilaksanakan di empat rumah sakit yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan responden yang diambil secara purposif (purposive sampling). Analisis bahaya dan risiko dipakai panduan dari OHSAS 18001. Hasil penelitian menunjukkan adanya bahaya potensial (potential hazard) pada masing-masing peralatan IPAL, khususnya pada kolam penampungan awal, ekualisasi, dan lumpur. Sedangkan risiko berada pada tingkat substantial. ABSTRACT The internalization policy for hospital liquid waste that implemented with the end-of-pipe technology by the bioreactor as   the statusquo waste water treatment plant (WWTP), has raised  an empirical evidence, in the form of complain  by the neighbor. That internalization paradoxs  make the   internalization policy  interesting  to be reserached  by  putting  a question as  how  dangerous and   risky are  the evaluation impact of the internalization policy,   especially for the employee.Research  method: qualitative and quantitative, with  form of descriptive-analytic  in policy analysis frame point to the impact  of the existence of  waste water treatment plan (WWTP). The location of observation are four  hospitals  in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), with respondents taken purposively.   Analysis executed by  Hazard  and risk  assessment  guide by  OHSAS 18001.Results  show that  potential hazard on  WWTP is high, especially on the first ponds, equalization ponds, and the sludge.  The    Risk level  in the WWTP  are indicated  substantial.