Aswandi Aswandi
Program Doktor Ilmu Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Jl. Agro No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, Jl. Raya Parapat Km 10,5 Parapat 21174.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEKRITISAN DAN PENGEMBANGAN KRITERIA INDIKATOR KEKRITISAN EKOSISTEM GAMBUT TROPIKA DI TRUMON DAN SINGKIL PROVINSI ACEH (Determinant Factors of Criticality and Development Criteria Indicators for Critical Tropical Peat Ecosystem in Tr Aswandi Aswandi; Ronggo Sadono; Haryono Supriyo; Hartono Hartono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18757

Abstract

ABSTRAKHutan rawa gambut merupakan salah satu ekosistem spesifik dan kompleks. Terbatasnya pemahaman terhadap karakteristik biofisik dan sifat kritisnya menjadi akar masalah degradasi ekosistem gambut di Indonesia. Generalisasi penerapan kriteria lahan kritis menyebabkan penilaian menjadi tidak tepat, sehingga program rehabilitasi menjadi tidak efektif. Tujuan penelitian adalah menentukan faktor-faktor biofisik yang mempengaruhi tingkat kekritisan ekosistem gambut, dan mengembangkan kriteria dan klasifikasi tingkat kekritisan ekosistem gambut. Pengumpulan data dilaksanakan pada berbagai tipe penutupan hutan dan tingkat keterbukaan lahan gambut di Trumon dan Singkil, Provinsi Aceh. Analisis data meliputi analisis korelasi bivariat, analisis gerombol, dan analisis diskriminan. Karakteristik biofisik yang diukur adalah dinamika kedalaman muka air tanah, penurunan permukaan tanah, tingkat dekomposisi, unsur hara, kehilangan karbon, dan penutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan penutupan lahan dan pembangunan drainase mempengaruhi tingkat kekritisan ekosistem gambut. Perubahan tingkat dekomposisi gambut (nisbah C/N), perubahan kemasaman (pH) dan dinamika kedalaman muka air tanah merupakan penciri penting tingkat kekritisan ekosistem gambut. Ketiga faktor penciri ini diharapkan menjadi masukan dalam penyempurnaan kriteria tingkat kekritisan lahan pada Permenhut No. P.32/Menhut-II/2009 terutama pada ekosistem gambut.ABSTRACTPeat swamp forest is one specific and complex ecosystem. The limited understanding of the biophysical characteristics and critical properties are some root of problems peat ecosystem degradation in Indonesia. Generalizing in application of critical land criterions caused incorrect assessment, therefore the rehabilitation and management programs became ineffective. The objectives of the study was to determine the biophysical factors that influence the degree of criticality of peat ecosystem, and to develop criterion and classification of the criticality degree on peat ecosystem. Data collection was conducted on variety of forest cover types in Trumon and Singkil, Aceh Province. Data analysis included bivariate correlation analysis, analysis of clusters, and discriminant analysis. Biophysical characteristics were measured including the dynamics of the depth of the water table, rate of subsidence, level of decomposition, nutrient content, loss of carbon, and land/forest cover. Results showed land use change and drainage affects the critical level of peatland ecosystems. The change on level of peat decomposition (C/N ratio), soil acidity (pH) and groundwater dynamics were the identifier of critical peatland ecosystems. In addition to the criteria in Regulation No. P.32 / Menhut-II/2009, the identifier factors were expected to be considered in the refinement of the criteria of the critical level of peat ecosystem.