Silvi Nur Oktalina
Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Sekip Yogyakarta 55281. Program Doktor Ilmu Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur Yogyakarta 55281.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMETAAN ASET PENGHIDUPAN PETANI DALAM MENGELOLA HUTAN RAKYAT DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL (The Farmer Livelihood Asset Mapping on Community Forest Management in Gunungkidul District) Silvi Nur Oktalina; San Afri Awang; Slamet Hartono; Priyono Suryanto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 1 (2016): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18774

Abstract

ABSTRAKPetani dalam mengelola sumberdaya alam memerlukan aset. Aset penghidupan petani (sumberdaya manusia, sumberdaya alam, finansial, fisik dan sosial) sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan penghidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur level aset penghidupan yang digunakan petani dalam mengelola hutan rakyat. Pendekatan penelitian dengan survei di 6 desa di Kabupaten Gunungkidul yaitu Nglanggeran, Katongan, Dengok, Sodo, Girimulyo dan Jepitu. Jumlah responden di setiap desa 30 orang, sehingga total responden adalah 180 petani. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara random. Teknik skoring dengan pembobotan digunakan untuk mengukur level aset yang digunakan petani dalam mengelola hutan rakyat berdasarkan pada Multicriteria Analysis (MCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani hutan rakyat di zona Batur Agung (bagian utara Gunungkidul) menggunakan aset berdasarkan prioritasnya yaitu aset sumberdaya manusia, sosial, sumberdaya alam, fisik dan finansial. Urutan penggunaan aset petani di zona Ledok Wonosari (bagian tengah) adalah aset sosial, sumberdaya manusia, finansial, fisik dan sumberdaya alam. Bagi petani di zona Pegunungan Seribu prioritas penggunaan aset adalah aset fisik, finansial, sosial, sumberdaya manusia dan sumberdaya alam.ABSTRACTFarmers manage natural resources require asset. Farmer livelihood assets (human resources, natural resources, financial, physical and social) greatly affect to the achievement of the livelihood objectives. The objective of this study is to measure the level of livelihood assets used by farmers in managing community forests. Data collected by survey in 6 village in Gunungkidul i.e. Nglanggeran, Katongan, Dengok, Sodo, Girimulyo and Jepitu village by interviewing 30 respondents each village, so the total respondents are 180 respondents. Weighted scoring technique used to measure the level of assets used by farmers in managing community forests based on Multicriteria Analysis (MCA). The results showed that the community forest farmers in Batur Agung zone (The northern part of Gunungkidul) using the asset based on its priority: human resource asset, social, natural resources, physical and financial. While the priority asset of farmers in Ledok Wonosari (middle of Gunungkidul) are social assets, human resources, financial, physical and natural resources. For farmers in Pegunungan Seribu (The South part of Gunungkidul) priority assets that used are physical assets, financial, social, human resource and natural resources.