Andas Budy
Universitas Muslim Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENATAAN KAWASAN PEMUKIMAN KUMUH KELURAHAN TAMAMAUNG KOTA MAKASSAR Andas Budy
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.492 KB) | DOI: 10.33096/losari.v1i2.44

Abstract

Penanganan daerah kumuh sebenarnya perlu dilakukan tidak hanya di daerah-daerah kumuh yang merupakan bagian dari kota metropolitan atau kota besar, tetapi juga perlu dilakukan di daerah kumuh di kota-kota bagian terkecil. Penanganan daerah kumuh di kota-kota besar dan kota-kota kecil menjadi strategis ketika wilayah ini memiliki pengaruh langsung pada bagian kota metropolitan seperti daerah pusat kota metropolitan, regional pusat pertumbuhan metropolis, perdagangan, pergudangan, dan kantor serta daerah industri lainnya. Selain memiliki hubungan langsung, diduga kawasan kumuh di daerah penyangga kesulitan dalam menangani permukiman kumuh yang ada di kota metropolitan tersebut. Untuk itu diperlukan dalam mengidentifikasi lokasi daerah kumuh di daerah penyangga. Identifikasi sasaran dari lokasi daerah kumuh penekanan di daerah pedalaman kota metropolitan di zona penyangga, yaitu kelurahan tamamaung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pada masalah permukiman kumuh dan meningkatkan kualitas permukiman perkotaan yang dapat menentukan apa yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain lingkungan atau bahkan kota untuk menghindari daerah kekumuhan dan kemudiaan menata kawasan pemukiman tersebut menjadi lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan literatur dan survei, yang menghasilkan data kemudian data tersebut akan dianalisis dan didapatkan beberapa hasul analisis. Hasil yang diharapkan yaitu dapat mendesain penataan daerah kumuh berdasarkan data, analisis dan pertimbangan dalam merancang khususnya di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar yang menjadi studi kasus utama.