Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara HbA1c dengan profil lipid pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di puskesmas Berbek, Nganjuk, Jawa Timur. Menggunakan metode cross sectional yang dilakukan di puskesmas. Total terdapat 54 pasien prolanis DM tipe 2 mulai periode Januari hingga Desember 2019 yang diteliti. Data karakteristik demografis, klinis, dan laboratorium didapatkan dari rekam medis pasien. Data dianalisa dengan menggunakan uji beda independent T-test dan uji korelasi pearson. Analisis statistik menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian, terdapat 55,55% (n = 30) yang merupakan pasien DM tipe 2 terkontrol (HbA1c < 7) dan 45,45% (n = 24) yang merupakan pasien DM tipe 2 tidak terkontrol (HbA1c ≥ 7). Didapati perbedaan signifikan (p = 0,006) antara kadar trigliserida dengan HbA1c pada pasien DM tidak terkontrol dan korelasi signifikan (p = 0,049, r = 0,269) antara kadar trigliserida dengan HbA1c. Pasien dengan DM tipe 2 tidak terkontrol memiliki jumlah abnormalitas lipid (hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, tinggi LDL-c, dan rendah HDL-c) lebih tinggi dibandingkan pasien DM tipe 2 terkontrol. Penelitian ini menunjukkan pasien DM tipe 2 tidak terkontrol memiliki prevalensi dislipidemia yang lebih tinggi daripada pasien DM tipe 2 terkontrol. Terlihat perbedaan yang signifikan antara trigliserida pada pasien DM tipe 2 terkontrol dan tidak. Terdapat hubungan positif antara HbA1c dengan trigliserida. Dengan melakukan perubahan gaya hidup, aktivitas fisik, pola makan yang sehat, dan pengobatan adekuat, diharapkan pasien DM tipe 2 memiliki kadar HbA1c < 7. Penelitian ini mendukung pentingnya pengendalian gula darah untuk mencegah dislipidemia dan pentingnya mengevaluasi profil lipid pada pasien DM tipe 2.