Nur Israfyan Sofian
Sastra Inggris FIB UHO

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPETISI DAN PARALELISME DALAM PUISI “SUATU SENJA TANPA LAMPU-LAMPU SEMANGGI (Kita Anak Negeri)” KARYA RIEKE DIAH PITALOKA Shafwan Nugraha; Nur Israfyan Sofian
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i3.246

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah penelitian kualitatif deskriptif yang mengkaji penggunaan gaya bahasa repetisi dalam puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)” karya Rieke Diah Pitaloka. Puisi ini adalah salah satu yang dimuat dalam antologi puisi Renungan Toilet: Dari Cengkeh Sampai Utrecht. Penelitian berfokus pada penggunaan gaya bahasa repetisi dan paralelisme struktur yang ditemukan pada baris-baris puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)”. Repetisi dan paralelisme digunakan untuk menciptakan efek penegasan sekaligus menambah nilai artistik dan estetik penggunaan bahasa dalam sastra. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) gaya repetisi apa saja yang digunakan dalam puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)” dan (2) bagaimana pola paralelisme yang digunakan dalam puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)”? Penelitian ini bertujuan membuat klasifikasi penggunaan repetisi serta mendeskripsikan paralelisme yang digunakan dalam “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)” karya RDP. Penelitian menggunakan pendekatan stilistika dan sintaksis karena menganalisis kata-kata yang merupakan repetisi, menganalisis pola perulangan yang muncul sebagai paralelisme, kemudian membuat klasifikasi dan deskripsi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gaya bahasa repetisi yang muncul pada puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)” karya Rieke Diah Pitaloka adalah anafora dan epistrofa. Paralelisme yang muncul melibatkan perulangan struktur klausa relatif serta struktur kalimat verbal.