Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Prototype Alat Monitoring Dan Kontrol Smarthome Untuk Keamanan Pintu Serta Lampu Berbasis Internet Of Things Dan Android Nur Isnayanti Burhanuddin; Nurhalisa Nurhalisa; Junaedy Junaedy; Nursuci Putri Husain
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 21 No. 01 (2026): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v21i01.468

Abstract

Pada zaman modern sekarang, rumah biasa bisa menjadi tempat ternyaman bagi pemiliknya. Pengelolaan rumah tangga yang efisien dan aman merupakan tantangan signifikan di era modern, terutama dengan meningkatnya kebutuhan untuk efisiensi energi, dan keamanan, Banyak rumah tangga menghadapi permasalahan yang tidak terkendali, dan risiko keamanan akibat kurangnya pemantauan real-time. Penelitian ini tujuannya merancang serta membangun alat Monitoring Dan Kontrol Smarthome Untuk KeamananPintu Serta Lampu Berbasis Internet of Things Dan Android dimana bisa memantau kondisi Pintu rumah , lampu dan Gas dirumah dengan cara real-time dari aplikasi Blynk yang terpasang di smartphone. Perangkat ini dirancang dengan memanfaatkan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai pusat pengendali, dilengkapi dengan sensor MQ2 berfungsi mengukur Kandungan Gas, Solenoid door lock dan relay yang mengontrol lampu dan pintu serta Buzzer yang menjadi sinyal kondisi bahaya serta modul LCD yang menampilkan hasil pengukuran secara langsung pada perangkat. Penelitian dan Pengembangan (R&D) adalah metodologi penelitian yang digunakan. Meliputi banyak fase, termasuk analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi perangkat, dan proses pengujian dan evaluasi kinerja sistem. Pengujian dilakukan memakai metode black box, dalam memastikan sistem bekerja sesuai fungsi tanpa melihat kode internal. Hasil perancangan menunjukkan alat ini bisa memantau kondisi Kandungan Gas dirumah serta mengontrol pintu dan lampu dengan cara akurat serta real-time. Berdasarkan pengujian yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan waktu yang sama menunjukkan bahwa kondisi Gas masih berada dalam keadaan yang normal yaitu <400 ppm dengan indikator bahwa <400 ppm maka aman dan >400 ppm berarti bahaya . Desain prototype yang menyerupai prototype rumah serta konektivitas ke Blynk ini berfungsi dengan normal sesuai dengan rancangan kriteria yang ditentukan.
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING BIJI KAKAO DENGAN KENDALI SUHU OTOMATIS BERBASIS INTERNET of THINGS (IoT) DAN ANDROID Junaedy Junaedy; Herlinah B; Arnianti
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 20 No. 01 (2025): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v20i01.175

Abstract

Kakao merupakan komoditas perkebunan dimana mempunyai potensi besar dalam mengembangkan devisa Indonesia. Selain itu, kakao juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dengan peningkatan produksi dan pemanfaatan yang semakin meningkat, kakao menjadi salah satu komoditas yang strategis dalam perekonomian Indonesia. Pengeringan biji kakao menggunakan penjemuran di bawah sinar matahari merupakan praktik umum yang dilakukan oleh petani kakao. Proses pengeringan dengan cara penjemuran juga memerlukan waktu yang cukup lama. Biasanya, dibutuhkan waktu antara 5 hingga 7 hari agar menurunkan kadar air biji kakao sampai mencapai kisaran 7-8%. Tujuan penelitian ini yakni agar mempercepat dan mempermudah proses pengeringan biji kakao. Metode penelitian dipakai didalam penelitian ini yakni metode Research and Development (R&D). Metode R&D menjadi pilihan karena fokus utamanya adalah memeroleh produk tertentu serta menguji keefektifan metode yang digunakan. Hasil akhir dari perancangan alat ini adalah suatu bentuk spesifikasi sistem baru. Dalam perancangan alat ini terdiri atas beberapa komponen seperti, NodeMCU ESP6288, Fan, Heater, Thermostat dll. Dari hasil proses pengeringan biji kakao kadar air biji kakao menurun hingga mencapai 7%, yang menunjukkan bahwa biji kakao telah kering sesuai dengan standar ditentukan. Pengeringan dilakukan dengan suhu 40-45˚C dengan durasi sekitar 4 jam. Kata Kunci: Kakao, Iot, Android