Tria Rosana Dewi Irma Wardani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROYEKSI PERMINTAAN KEDELAI DI KOTA SURAKARTA Tria Rosana Dewi Irma Wardani
AGRONOMIKA Vol 12 No 01 (2017): Agronomika Vol. 12 No. 01 Februari – Juli 2017
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Proyeksi Permintaan Kedelai Dikota Surakarta dan elastisitas permintaan kedelai di Kota Surakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series tahunan dengan rentang waktu selama 14 tahun (tahun 2002-2015). Ada 5 variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu harga kedelai, harga beras, harga telur, pendapatan perkapita dan jumlah penduduk. Variabel tersebut diduga sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kedelai di Kota Surakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa model statis demand system, sesuai atau tepat untuk digunakan sebagai model persamaan penduga dari permintaan kedelai di Kota Surakarta. Keadaan ini terbukti dari uji F yang dihasilkan nyata pada taraf kepercayaan 99%, sedangkan dilihat dari nilai R2 (koefisien determinasi) memberikan nilai sebesar 94,7%. Dari hasil analisis, elastisitas harga mempunyai tanda negatif. Hal ini berarti antara harga kedelai dengan permintaan kedelai memiliki hubungan yang berlawanan. nilai elastisitas harga pada model dinamik adalah -0,096. Elastisitas silang beras adalah 0,190. Nilai elastisitas telur adala -0,104. Nilai elastisitas silang pada beras bertanda positif, hal ini berarti beras merupakan subtitusi dari kedelai. Sedangkan nilai elastisitas silang pada telur bertanda negatif, hal ini berarti telur merupakan komplementer dari kedelai. Elastisitas pendapatan bertanda positif. Nilai elastisitas pendapatan adalah 0,207. Sedangkan proyeksi permintaan kedelai untuk 5 tahun kedepan yaitu tahun 2016-2020 diperkirakan mengalami peningkatan 10.596.479,9 kg pada tahun 2016, 10.774.692,9 pada tahun 2017, 10.952.905,8 pada tahun 2019, 11.131.118,8 pada tahun 2019 dan 11.309.331,7 pada tahun 2020. Penemuan dalam penelitian ini diharapkan mempunyai implikasi kebijakan pada pemerintah Kota Surakarta, khususnya dalam mengambil langkah-langkah kebijaksanaan pangan terutama yang berkaitan dengan permintaan kedelai dan produksi kedelai sehingga permintaan kedelai di Kota Surakarta dapat terpenuhi.