Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa faktor yang diduga mempengaruhi permintaan beras dan elastisitas permintaan beras di Kota Surakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series tahunan dengan rentang waktu selama 14 tahun (tahun 20002013). Ada 5 variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu harga beras, harga jagung, harga telur, pendapatan perkapita dan jumlah penduduk. Variabel tersebut diduga sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras di Kota Surakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa model statis demand system, sesuai atau tepat untuk digunakan sebagai model persamaan penduga dari permintaan beras di Kota Surakarta. Keadaan ini terbukti dari uji F yang dihasilkan nyata pada taraf kepercayaan 99%, sedangkan dilihat dari nilai R2 (koefisien determinasi) memberikan nilai sebesar 95,8%. Dari hasil analisis, elastisitas harga mempunyai tanda negatif. Hal ini berarti antara harga beras dengan permintaan beras memiliki hubungan yang berlawanan. nilai elastisitas harga pada model dinamik adalah -0,534. Elastisitas silang jagung adalah 1,25. Nilai elastisitas telur adala -0,330. Nilai elastisitas silang pada jagung bertanda positif, hal ini berarti jagung merupakan subtitusi dari beras. Sedangkan nilai elastisitas silang pada telur bertanda negative, hal ini berarti telur merupakan komplementer dari beras. Elastisitas pendapatan bertanda positif. Nilai elastisitas pendapatan adalah 0,684. Penemuan dalam penelitian ini diharapkan mempunyai implikasi kebijakan pada pemerintah Kota Surakarta, khususnya dalam mengambil langkah-langkah kebijaksanaan pangan terutama yang berkaitan dengan permintaan beras dan produksi beras sehingga permintaan beras di Kota Surakarta dapat terpenuhi.