This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomika
Yopi Yohan Pracik Setiawan
Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFISIENSI SALURAN PEMASARAN SAWI HIJAU DI KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI Yopi Yohan Pracik Setiawan; Tria Rosana Dewi; Irma Wardani
AGRONOMIKA Vol 21 No 01 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis saluran penjualan sayur sawi hijau di Kecamatan Girimarto. (2) Menganalisis margin penjualan sayur sawi hijau di Kecamatan Girimarto. (3) Menganalisis efesiensi masing-masing saluran penjualan sayur sawi hijau di Kecamatan Girimarto. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode diskriptif analisis dengan pengambilan sampel secara sensus. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan rumus margin tataniaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran. Margin keuntungan yang terbesar terdapat pada saluran A sebesar Rp. 2.386,4/kg dan margin terkecil terdapat pada saluran B dan C masing-masing yaitu Rp. 1.347,4/kg dan Rp 2.041,5/kg. Perbedaan margin keuntungan pada saluran A, B dan C disebabkan perbedaan biaya pemasaran yang dikeluarkan, margin pemasaran, volume pembelian dan adanya lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran. Efisiensi pemasaran yang terkecil terjadi pada saluran pemasaran A yaitu pada pedagang kabupaten. Hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan sawi sebesar Rp. 20.000 bila dibandingkan dengan total nilai produk yang di terima pedagang kabupaten yaitu sebesar Rp. 1.842.500. Hal ini menunjukkan bahwa pedagang kabupaten tersebut sudah efisiensi dalam memasarkan sawinya, karena nilai efisiensi pemasarannya sudah mendekati nol yaitu sebesar 0,01. Nilai efisiensi pemasaran pada saluran B cukup tinggi bila di bandingkan dengan saluran A yaitu sebesar 0,05. Hal ini disebabkan oleh biaya yang dikeluarkan oleh pedagang kecamatan cukup tinggi yaitu sebesar Rp. 35.750, sedangkan nilai total produk yang diterima sebesar Rp. 625.000. Hal ini bukan tidak efisien, hanya nilai efisiensi pemasarannya saja yang lebih besar dari pedagang kabupaten yang ada pada saluran A. Sedangkan pada saluran C efisiensi pemasaran terkecil terdapat pada pedagang pengecer yaitu sebesar 0,07.