Erni Zulfa Arini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Diversitas Dewan Terhadap Kinerja Korporat Erni Zulfa Arini
Istithmar: Jurnal Studi Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 1 (2022): Istithmar : Jurnal Studi Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/istithmar.v6i1.34

Abstract

Penyebab krisis suatu negara di sebabkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Salah satu faktor internal krisis keuangan di Indonesia diakibatkan karena tidak dilaksanakan prinsip-prinsip good corporate govermance, salah satunya peranan top management dalam hal peningkatan kinerja korporat. Komposisi dan jumlah pada level top manajemen diduga menjadi pengaruh terhadap kinerja suatu korporat.  Pada Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh diversitas dewan yaitu dewan perempuan, dewan asing, dewan komisaris, dan dewan direksi terhadap kinerja korporat pada perusahaan yang telah terdaftar pada pasar modal syariah tahun 2014-2016. Populasi dalam penelitian ini sebanyak kurang lebih 300 perusahaan dan diambil sampel sebanyak 48 perusahaan, metode yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah purposive sampling dan teknik analisis menggunakan regresi linear berganda dengan alat uji SPSS. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dewan perempuan, dewan asing, dewan komisaris dan dewan direksi berpengaruh positif terhadap kinerja korporat.
Paradoks Penyangga Modal: Menilai Kembali Hubungan Antara CAR, NPF, dan Profitabilitas di Bank Muamalat Indonesia: (Capital Buffer Paradox: Reassessing the Nexus Between CAR, NPF, and Profitability in Muamalat Bank Indonesia) Elvi Fitriani; Sayekti Indah Kusumawardhany; Erni Zulfa Arini
Al-Muhasib: Journal of Islamic Accounting and Finance Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Islamic Accounting, The Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic Institute of Kediri [IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/al-muhasib.v5i1.2480

Abstract

Abstract: This study employs a descriptive-analytical model to investigate the paradoxical relationship between Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), and Return on Assets (ROA) at Indonesia’s pioneering Islamic bank, Bank Muamalat (2016–2023). Using quarterly time-series data (32 observations), we apply quantitative causality analysis via SPSS 27, incorporating agency theory to contextualize managerial risk-return trade-offs. Results reveal CAR averaged 18.07% (criteria: very healthy), NPF 4.04% (healthy), yet ROA remained critically low at 0.11% (unhealthy), signaling inefficiency in asset utilization. Crucially, multiple regression demonstrates CAR and NPF significantly reduce ROA (CAR: β = -0.007, *p* = 0.026; NPF: β = -0.045, *p* = 0.010), contradicting conventional banking theory where higher capital buffers typically enhance profitability. The F-test confirms joint significance (*p* = 0.033), though CAR and NPF explain only 15.5% of ROA variance (Adjusted R² = 0.155), implying dominant external influences—macroeconomic volatility, COVID-19 impacts, or operational inefficiencies—drive 84.5% of profitability fluctuations. These findings challenge agency theory assumptions in Islamic banking, suggesting excessive conservatism in capital management undermines profit generation. We recommend recalibrating CAR thresholds and strengthening financing risk controls to align stability with sustainable profitability.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam hubungan paradoks antara Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), dan Return on Assets (ROA) pada bank syariah pionir Indonesia, Bank Muamalat (2016–2023). Dengan data deret waktu triwulanan (32 observasi), kami menerapkan analisis kausalitas kuantitatif melalui SPSS 27, mengintegrasikan agency theory untuk mengkontekstualisasikan trade-off risiko-imbal hasil manajerial. Hasil menunjukkan CAR rata-rata 18,07% (kriteria: sangat sehat), NPF 4,04% (sehat), namun ROA tetap kritis di 0,11% (tidak sehat), mengindikasikan inefisiensi pemanfaatan aset. Secara krusial, regresi berganda membuktikan CAR dan NPF secara signifikan menurunkan ROA (CAR: β = -0,007, *p* = 0,026; NPF: β = -0,045, *p* = 0,010), bertentangan dengan teori perbankan konvensional di mana capital buffer tinggi biasanya meningkatkan profitabilitas. Uji-F mengonfirmasi signifikansi bersama (*p* = 0,033), meskipun CAR dan NPF hanya menjelaskan 15,5% varians ROA (Adjusted R² = 0,155), menyiratkan pengaruh eksternal dominan—volatilitas makroekonomi, dampak COVID-19, atau inefisiensi operasional—mendorong 84,5% fluktuasi profitabilitas. Temuan ini menantang asumsi agency theory dalam perbankan syariah, menunjukkan konservatisme berlebihan dalam manajemen modal merusak pembentukan laba. Kami merekomendasikan penyesuaian ambang batas CAR dan penguatan kontrol risiko pembiayaan untuk menyelaraskan stabilitas dengan profitabilitas berkelanjutan.