Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN ALAT NAVIGASI YANG ADA DI MAKASSAR BAGI ALUR PELAYARANNYA Nur Rachmi; Ariska Ariska; Ashury Ashury; Firman Husain
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13252

Abstract

Makassar merupakan kota dengan wilayah yang padat dan telah berkembang pesat, tidak terkecuali dengan wilayah lautnya. Kinerja pembangunan pemerintah Kota Makassar pada aspek pelayaran dengan menyediakan sarana umum berupa pelabuhan pelabuhan besar yang berdampak pada kapal kapal yang masuk ke wilayah itu sendiri. Transportasi laut atau pelayaran diselenggarakan dengan tujuan untuk mewujudkan sebuah transportasi laut (pelayaran) dengan lancar, efisien dan tentunnya dengan tingkat keselamatan yang sangat aman, menjangkau seluruh pelosok perairan (laut) untuk menujang pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas sebagai pendorong, penggerak dan penunjang pembangunan nasional. Kapal laut yang melakukan pelayaran harus dilengkapi dengan alat navigasi yang berperan penting disektor pelayaran. Berkat sistem ini, kita bisa menentukan posisi dan arah perjalanan, termasuk melihat kondisi cuaca yang sedang dihadapi saat melakukan pelayaran. Dengan adanya hal tersebut maka Distrik Navigasi Kelas I Makaasar berperan sangat penting bagi alur pelayaran di Makassar. Distrik Navigasi Kelas I Makassar mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengoperasian, pengadaan dan pengawasan sarana bantu navigasi pelayaran, telekomunikasi pelayaran serta kegiatan pengamatan laut, survey hidrografi, pemantauan alur dan perlintasan dengan menggunakan sarana instalasi untuk kepentingan keselamatan pelayaran didaerah tersebut
ANALISIS MENGENAI SANITASI DAN KESADARAN MASYARAKAT MENGENAI PENGELOLAAN SAMPAH DI DERMAGA KAYU BANGKOA Ariska Ariska; Muh. Furqan Lizak Utama; Novrian Yosua Timang; Baso Kamaluddin; Ashury Ashury
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13283

Abstract

Dermaga sebagai sarana publik yang berfungsi sebagai pusat aktivitas penghubung antar pulau, digunakan untuk merapat dan menambatkan kapal yang melakukan bongkar muat barang dan menaik-turunkan penumpang. Sanitasi Lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebagainya. Sanitasi lingkungan ditujukan untuk memenuhi persyaratan lingkungan yang sehat dan nyaman. Upaya sanitasi dasar meliputi sarana pembuangan kotoran manusia, sarana pembuangan sampah, saluran pembuangan air limbah, dan penyediaan air bersih. Dalam perencanaan dermaga ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dikarenakan dermaga juga dapat menjadi ancaman global terhadap kesehatan masyarakat. Jadi untuk mencapai dermaga yang layak digunakan, maka perlu diperhatikan sanitasi di dermaga tersebut. Dermaga Kayu Bangkoa yang terletak di Bulo Gading Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, sebagai sarana publik dermaga ini memiliki sanitasi yang buruk terlihat dari sampah yang menumpuk di bibir pantai dan saluran pembuangan limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke laut serta hotel dan rumah makan disekitarnya menyebabkan keadaan air laut didaerah tersebut tercemar. Penelitian ini memberikan gambaran tentang seberapa penting kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan kebersihan di dermaga tersebut, seperti tercantum pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Untuk itu diperlukan sosialisasi pemahaman mengenai pengelolaan sampah, dengan begitu maka akan tercipta dermaga yang layak dan nyaman baik bagi masyarakat sekitar maupun para penumpang yang menggunakannya.