Lutfi, Srifianti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Parenting Stress Dengan Strategi Regulasi Emosi Orang Tua yang Memiliki Anak Usia Sekolah Dasar (Middle Childhood) di JABODETABEK Lutfi, Srifianti
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 18, No 02 (2020): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v18i02.93

Abstract

AbstractThe increasing number of violence against children, which in 2015 was reported to be 1,975 increased to 6,820 cases in 2016. This shows that the psychological condition of parents can influence how their behavior is in care and greatly influences the child's development. Parents who have children who are at a critical stage of development that is the age of elementary school (Middle Childhood) where at this age is the first experience of school in children and various demands for development tasks and school work begins. This will be a stressor for parents. If parents can not regulate the emotions they feel it will be associated with higher levels of parenting stress. The purpose of this study is to analyze how the relationship between parenting stress and emotional regulation strategies of parents who have elementary school age children in Jabodetabek. The population and sample in this study are parents who have Elementary School Age Children (Middle Childhood), amounting to 241 people. The measuring instrument used to measure Parenting Stress is a measuring tool developed by Berry and Jones (1995) with a total of 18 items and after being tested into 16 items with a reliability value of 0.87. While the measuring tool to measure the Emotion Regulation was developed by Gross and John (2003) with 10 items. And after testing the reliability value of 0.75 obtained for aspects of cognitive reappraisal. As for the Expressive Suppression aspect, it has a reliability value of 0.71. The research method used is a quantitative descriptive study with correlational methods, and the analytical test used is to use correlation analysis from Charles Spearman. The statistical test results obtained -0.200 with a significance level of 0.01 which means there is a negative relationship between parenting stress with emotional regulation strategies of parents who have elementary school age children (Middle Childhood) in JABODETABEK. Keywords: Parenting Stress, emotion regulation, middle childhood  AbstrakMeningkatnya angka kekerasan pada anak, yang pada tahun 2015 dilaporkan berjumlah 1.975 meningkat menjadi 6,820 kasus di tahun 2016. Hal ini menunjukkan kondisi psikologis orang tua dapat memengaruhi bagaimana perilakunya dalam pengasuhan dan sangat memengaruhi perkembangan anak. Orangtua yang memiliki anak yang berada pada tahapan perkembangan yang kritis yakni usia Sekolah Dasar (Middle Childhood) dimana pada usia ini merupakan pengalaman pertama sekolah pada anak dan berbagai tuntutan tugas perkembangan dan tugas sekolah dimulai.  Hal ini akan menjadi stressor bagi orang tua. Apabila orang tua tidak dapat mengatur emosi yang dirasakannya maka akan berkaitan dengan tingkat stres orang tua yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis bagaimana hubungan  parenting  stress   dengan strategi regulasi emosi orang tua yang memiliki anak usia Sekolah Dasar (Middle Childhood) di kawasan JABODETABEK. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak Usia Sekolah Dasar (Middle Childhood) yang berjumlah 241 orang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur Parenting Stress adalah alat ukur yang dikembangkan oleh Berry dan Jones (1995) dengan jumlah aitem adalah 18 aitem dan setelah diuji coba menjadi 16 item dengan nilai reliabilitas sebesar 0.87. Sedangkan alat ukur untuk mengukur Regulasi Emosi dikembangkan oleh Gross dan John (2003) dengan jumlah aitem sebanyak 10 aitem. Dan setelah diuji coba didapatkan  nilai reliabilitas sebesar 0,75 untuk aspek Cognitive Reappraissal. Sedangkan untuk aspek Expressive Suppression memiliki nilai reliabilitas 0,71. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi deskriptif kuantitatif dengan metode korelasional, dan uji analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis korelasi dari Charles Spearman. Hasil uji statistik diperoleh hasil sebesar -0.200 dengan taraf signifikansi sebesar 0,01 yang berarti terdapat hubungan negatif antara parenting stress dengan strategi regulasi emosi orang tua yang memiliki anak usia Sekolah Dasar (Middle Childhood) di JABODETABEK. Kata kunci : Parenting Stress, regulasi emosi, middle childhood
PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TRAINING TERHADAP TARAF KECEMASAN DAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER Lutfi, Srifianti
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2 (2019): Jurnal Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v17i2.48

Abstract

sofianurkemala1981@gmail.comAbstractThis research is aimed to get description of the effect of Progressive Muscle Relaxation (PMR) Training toward the anxiety level and blood pressure of primary /essential hypertension patient. PMR is a systematic technique to attain a deep relaxation state. PMR was developed by Edmund Jacobson (1930), especially to help individual with anxiety that is strongly connected with muscle tension. He found that muscle can be relaxed by tense it in the beginning for few seconds and then release it. Anxiety, in this case anxiety state (A-state) is a temporary emotional condition or human condition which is variated in intensity and fluctuation for the whole of the time. This condition is signed by subjectivity, the acceptance of feeling of tense and fear consciously and also followed by or associated with the arousal of autonomic nervous system.  Meanwhile, hypertension is a medical condition which is signed by the excalation of blood pressure chronically (in a long time) in artery. Subject in this research is primary hypertension patient, which is 3 patients that characterized by : women between 40 until 50 years old, are not having another treatment except medicine from the doctor. These subjects are characterized by the researcher based on certain consideration/ criteria, and also found incidentally. This research is an experimental research using time series design. Subject is given PMR for 2 weeks long in succession, 2 times a day. Blood pressure of the subject is measured every two days when the researcher do the visit/ monitor. The measurement of anxiety is conducted before and after the treatment using STAI from Spielberger. During the relaxation training process, interview and observation is  conducted. Subject is also asked to make daily record during the training process as a supportive data. The result of the research shows that the measurement of STAI has differences in obtained score before and after the treatment, which is in Subject 1, from the score  11 becomes 1, Subject 2 from the score 11 becomes 3, meanwhile Subject 3 from the score 12 becomes 11. For the amount of blood pressure, based on the measurement before and after the given treatment, there is an alteration of classification toward Subject 1 and 3,  from hypertension stage 2 becomes hypertension stage 1. Subject 2 has no alteration of the classification which is remain at hypertension stage 1. Nevertheless, quantitatively there is descention of the amount of blood pressure in Subject 2. From the result of this research, concluded that Progressive Muscle Relaxation Training affects anxiety level to Subject 1 and 2, and Progressive Muscle Relaxation Training affects the classification of amount of blood pressure to Subject 1 and 3. Keywords : Progressive muscle relaxation training (PMR), anxiety, hypertension     ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) Training terhadap taraf kecemasan dan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi primer. PMR merupakan teknik sistematis untuk mencapai keadaan relaksasi yang mendalam. PMR dikembangkan oleh Edmund Jacobson (1930), dan teknik ini khususnya dapat membantu individu dengan kecemasan yang secara kuat dikaitkan dengan ketegangan pada otot. Ia menemukan bahwa suatu otot dapat dirilekskan dengan diawali meregangkannya untuk beberapa detik dan kemudian melemaskannya. Kecemasan, dalam hal ini state anxiety (A-state) merupakan  kondisi emosional sesaat atau kondisi manusia yang bervariasi dalam intensitas dan fluktuasinya sepanjang waktu. Kondisi ini ditandai oleh subjektivitas, penerimaan perasaan tegang dan takut secara sadar dan disertai oleh atau diasosiasikan dengan aktifnya atau bangkitnya sistem syaraf otonom. Sedangkan hipertensi merupakan kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama) di dalam arteri. Subjek pada penelitian ini adalah penderita hipertensi primer, yaitu berjumlah 3 orang dengan karakterisitk wanita berusia antara 40 hingga 50 tahun, tidak sedang menjalani terapi apapun, terkecuali obat-obatan. Subjek penelitian ditentukan peneliti berdasarkan pertimbangan/ kriteria tertentu, dengan menggunakan subjek yang ditemukan di lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian time series design. Subjek mendapatkan perlakuan berupa PMR yang dilakukan selama 2 minggu berturut-turut, sebanyak 2 kali sehari. Tekanan darah subjek diukur setiap 2 hari sekali saat peneliti melakukan kunjungan/ monitoring. Pengukuran kecemasan juga dilakukan sebelum dan sesudah treatment dengan STAI dari Spielberger. Selama proses pelatihan relaksasi, dilakukan juga wawancara dan observasi. Subjek juga diminta untuk membuat catatan harian selama proses pelatihan sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengukuran STAI ada perbedaan skor yang diperoleh sebelum dan sesudah treatment, yaitu pada subjek 1 dari skor 11 menjadi 1, Subjek 2 dari skor 11 menjadi 3, sedangkan subjek 3 dari skor 12 menjadi 11. Untuk jumlah tekanan darah, berdasarkan pengukuran sebelum dan sesudah diberikan PMR, terjadi perubahan klasifikasi dari hipertensi stage 2 menjadi hipertensi stage 1 yang terjadi pada subjek 1 dan 3. Untuk subjek 2 tidak terjadi perubahan klasifikasi, yaitu tetap di hipertensi stage 1, meskipun secara kuantitatif terjadi penurunan jumlah tekanan darah. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa PMR memberikan pengaruh terhadap penurunan taraf kecemasan pada subjek 1 dan 2, dan PMR berpengaruh terhadap klasifikasi jumlah tekanan darah pada subjek 1 dan 3. Kata kunci : Progressive muscle relaxation training, kecemasan, hipertensi