Adolf Antjura
Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Luaskan Cakrawala, Buka Hati, Buka Mata, Buka Telinga: (Kajian Misiologi Pelayanan Nabi Yunus dan Implikasinya bagi Praktek Penginjilan Masa Kini) Adolf Antjura
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 2: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i2.31

Abstract

When a person is in the midst of his own group and community, it is a natural thing and considered a normal thing if he defends his community or his own group, but if observed and investigated a somewhat excessive sentimentality for the movement in cross-cultural service. An example in this article presents the story of a prophet Jonah who was called and sent by God, to the city of Nineveh, the land of Assyria. Jonah maintains his sense of nationalism, so that he is not willing to be sent by God even though he has responded to God's call, he prefers that the inhabitants of the city of Nineveh be punished by God for their sins, because Jonah thinks that Nineveh is a threat to the Israelites, he does not want the people of Nineveh to repent, to receive God's forgiveness. This article invites us like the prophet Yunus, all of God's people need to open their hearts, open their eyes and open their ears to broaden their views so that they can understand correctly that God also loves other nations or groups, communities. God's people as believers are obliged to have love and care to convey the good news of salvation to all who believe. Abstrak Indonesia Ketika seseorang berada ditengah-tengah kelompok dan komunitasnya sendiri, adalah merupakan sutu kewajaran dan dianggap suatu hal yang normal jika ia membela komunitasnya atau kelompoknya sendiri, namun jika diamati dan diselidiki suatu sentimental yang agak berlebihan bagi pergerakan dalam pelayanan lintas budaya. Suatu contoh dalam artikel ini menampilkan kisah seorang nabi Yunus yang dipangil dan diutus Allah, ke kota Niniwe, negeri Asyur. Yunus mempertahankan rasa nasionalimenya, sehingga ia tidak bersedia diutus Tuhan walaupun ia telah meresponi panggilan Allah, ia lebih memilih supaya penduduk kota Niniwe dihukum Allah atas dosa mereka, karena Yunus beranggapan bahwa Niniwe adalah ancaman bagi bangsa Israel, ia tdak menginginkan penduduk Niniwe bertobat, untuk menerima pengampunan Allah. Artikel ini mengajak kita sebagaimana halnya nabi Yunus, semua umat Tuhan perlu membuka hati, membuka mata dan membuka telingah untuk meluaskan pandangan sehingga dapat memahami dengan benar bahwa Allah juga mengasihi bangsa atau kelompok, komunitas lain. Umat Tuhan sebagai orang yang percaya wajib memiliki kasih dan kepedulian untuk menyampaikan kabar baik yaitu keselamatan kepada semua orang yang percaya.
Model Penggembalaan Menurut I Petrus 5 : 2 – 3 Adolf Antjura
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 1 (2022): Kaluteros Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i1.55

Abstract

Pastoral care is a very important thing in the spiritual growth of the congregation, where the role is a congregation pastor who must give his life truly according to his calling in serving God. As in 1 Peter 5:2-3, it must be done voluntarily without coercion because the service must be sincere and pure so that it can have an impact through example. This research was specifically conducted in churches to find officials' service models so that the formulation of the problem in this study: Is the service model appropriate according to 1 Peter 5:2-3? research that uses a qualitative phenomenological approach, namely by formulating and making conclusions based on data, information and facts that will be obtained through observing these phenomena, interviews and investigations, has the aim of explaining the shepherding model of a shepherd. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Penggembalaan merupakan hal yang sangat penting di dalam pertumbuhan rohani jemaat, dimana yang menjadi pemerannya adalah seorang gembala sidang yang harus memberikan hidupnya sungguh-sungguh sesuai panggilannya dalam pengabdian kepada Tuhan. Seperti dalam 1 Petrus 5:2-3, harus dilakukan dengan sukarela tanpa paksaan karena pelayanan itu harus tulus dan murni sehingga bisa berdampak lewat keteladanan. Penelitian ini secara khusus dilakukan di gereja menemukan model pelayanan Pejabat sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini: Apakah model pe;layanan sesuai menurut 1 Petrus 5:2-3? penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, yaitu dengan merumuskan dan membuat kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data-data, informasi dan fakta-fakta yang akan diperoleh melalui pengamatan fenomena-fenomena, wawancara dan investigasi ini, memiliki tujuan yaitu untuk menjelaskan model penggembalaan seorang gembala.