Sutanto Kusuma
GAB BEST Church, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penderitaan dan Kedaulatan Allah Suatu Jawaban terhadap Isu tentang Penderitaan yang disebabkan oleh Iblis Sutanto Kusuma
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 2 (2022): Kaluteros Jurnal teologi dan Pendidikan Kristen November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i2.49

Abstract

This research aims to provide a theological foundation regarding the suffering faced by believers, provide answers to the issue that the devil is the cause of suffering, and prove God's sovereignty in every human life including the suffering they face. The method used is through qualitative research with a literature approach. The result of this research is that God is sovereign over all human life including the suffering they face. The purpose of this suffering is as a test for the glory of His name. Satan can cause suffering to humans because it is allowed by God to do so, and within the limits of God's omnipotence. Humans need to view suffering as part of the process of maturing faith, and must be happy when they fall into various trials and suffering.   ABSTRAK BAHASA INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk memberikan landasan teologis, tentang penderitaan yang dihadapi oleh orang percaya, memberikan jawaban atas isu bahwa iblis adalah penyebab penderitaan, dan membuktikan kedaulatan Allah dalam setiap kehidupan manusia termasuk penderitaan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian ini adalah bahwa Allah berdaulat atas seluruh kehidupan manusia termasuk penderitaan yang dihadapi. Maksud dari penderitaan ini adalah sebagai ujian untuk kemuliaan namaNya. Iblis dapat menimbulkan penderitaan kepada manusia karena diijinkan Tuhan untuk melakukannya, dan dalam batas-batas kemahakuasaan Allah. Manusia perlu memandang penderitaan sebagai bagian dari proses pendewasaan iman, dan harus berbahagia pada saat jatuh dalam berbagai pencobaan dan penderitaan.